renungan

hidup adalah perjuangan,,maka berjuanglah untuk masa depan,tetap semangat & jangan pantang menyerah,,,!!!!!

KISAH WANITA BUTA

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu, yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu.

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu, ”Sayaaaang, sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

Gadis itu menangis dan menyadari kebodohannya, betapa besar pengorbanan kekasihnya selama ini tapi kekasihnya telah pergi dengan membawa luka dihati.

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.


SIPUT DAN KATAK

seekor siput selalu memandang sinis kepada seekor katak. Sampai suatu ketika, katak yang merasa risih dan hilang kesabaran akhirnya menghampiri dan bertanya ke siput.
Katak : “Hai tuan Siput, apa saya telah melakukan kesalahan, sehingga kamu begitu membenci saya?”

Siput : “Kalian para katak memiliki empat kaki dan kalian bisa melompat sesuka kalian kesana dan kemari, Sedangkan saya harus merangkak di tanah dan membawa cangkang yang berat ini, jadi saya merasa sedih dan iri.”

Katak : “Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak).”

Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.

Cerita Motivasi ini mengajarkan kita untuk menikmati kehidupan, tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. setiap makhluk punya kelebihan dan kekurangan nya masing masing seperti siput dan katak. siput memang lambat tapi dia punya cangkang yang dapat melindunginya dari pemangsa. dan katak bisa melompat, tapi dia tidak punya cangkang yang dapat melindungi dirinya.  keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki. Hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri.

JANGAN KAU SAKITI WANITA

Wanita seringkali menangis karena seorang pria, Entah itu karena dilukai dengan perkataannya ataupun karena dikecewakan oleh sikapnya, atau bahkan ditinggalkan.

Ada beberapa renungan yang dapat membantu para sahabat semua, agar dapat lebih menghormati atau mungkin sabahat semua bisa membagikan cerita renungan jangan sakiti wanita ini keseluruh orang yang Anda kenal agar dapat lebih menghormati dan juga menghargai wanita.

Pada suatu hari, seorang pria sedang berdoa dalam keadaan marah serta emosi. Dia sebal pada pasangannya yang sering sekali menangis dan juga memanfaatkan air mata tersebut di setiap perdebatannya. Dia bosan. Sungguh sangat bosan.

Karena tidak ingin terlibat kedalam emosi yang negatif, dia pun kemudian bersujud dan berdoa, untuk meminta pertolongan pada Tuhan.

“Tuhan, kenapa wanita sering sekali menangis? Aku bosan dan juga jenuh melihat serta mendengarnya,” keluh pria tersebut.
Jawab Tuhan kepadanya:

“Karena wanita itu unik. AKU telah menciptakannya tidak sama seperti dirimu. dia merupakan makhluk yang istimewa.

KU kuatkan bahunya agar dapat menjaga anak-anakmu kelak.

KU lembutkan hatinya agar dapat memberimu rasa aman.

KU kuatkan rahimnya agar dapat menyimpan benih manusia.

KU teguhkan pribadinya agar dapat terus berjuang di saat yang lain menyerah.

KU beri naluri agar tetap menyayangi walau dikhianati dan juga disakiti oleh orang yang disayangi.

KU hembuskan kasih sayang untuk dia agar dapat mencurahimu dengan perhatian.

KU buat matanya lentik karena dia akan menjadi jendela kedamaian.

KU buat senyumnya lebih merekah seperti mahkota bunga untuk dapat membuatmu agar tetap mengingat indahnya dunia.

KU buat tangannya terampil agar dapat menjagamu supaya tidak pernah kekurangan.

Akan tetapi jika suatu saat dia menangis.

Itu karena AKU telah memberikannya air mata agar dapat membasuh luka batin serta memberikan kekuatan yang baru. Itu bukanlah sebuah tanda kelemahan serta kekalahan.”

Pria itupun tertegun sejenak. Kemudian dia mengambil langkah untuk bergegas, dan memeluk serta diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya tersebut. “Aku akan membantumu untuk menghapus luka batin itu…”

Cerita renungan Jangan Sakiti Wanita ini mengajarkan kepada pria agar jangan pernah berniat untuk menyakiti seorang wanita, karena wanita di ciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri, agar dapat melengkapi kekurangan dan kelebihan pria yang akan menjadi pendamping hidupnya.

KAKEK TUA DAN PENCURI PEPAYA

Pada suatu sore, Dia melihat buah pohon pepaya yang ada di depan rumahnya sudah mulai menguning pada beberapa sisi pepayanya dan siap untuk dipanen. Kakek tua tersebut berencana untuk memanen buah tersebut esok hari agar buah tersebut benar – benar matang merata. Akan tetapi, pada saat pagi tiba, kakek tua itu melihat satu buah pepayanya sudah tidak ada dan hilang dicuri orang.

Kakek tersebut tiba tiba begitu bersedih, sampai istrinya merasa heran ketika melihat suaminya begitu bersedih.

“Kenapa kmu begitu murung Cuma karena sebuah pepaya telah hilang” kata sang istri.

“bukan hal itu yang membuatku sedih” jawab sang kakek,

“aku sedih karena kepikiran, betapa sulitnya orang tersebut mengambil pepaya kita. Demi sebuah papaya, dia rela harus sembunyi – sembunyi di tengah malam agar tidak diketahui orang. Bukan hanya itu, untuk dapat memetiknya dia juga harus memanjatnya.”

“maka dari itu Bun” lanjut sang kakek, “aku akan menaruh tangga dibawah pohon pepaya kita, dan saya berharap ia datang kembali malam ini dan jika ia ingin memetik buah pepaya yang satunya lagi, dia tidak perlu memanjat dan mengalami kesulitan lagi untuk mengambil papaya itu”.


Akan tetapi pada saat pagi hari, si kakek tua itu melihat pepaya yang itu masih ada dan tangganya pun masih sama persis pada saat dia letakkan kemarin. Dia tidak memindahkan tangga tersebut, dan berharap bahwa pencuri itu akan datang malam ini. Akan tetapi di pagi berikutnya, buah pepaya tersebut masih ada di atas pohon.

Membawa dua buah pepaya besar.

Pada sore hari, Ada seseorang yang datang menenteng dua buah pepaya besar bertamu kerumah Sang kakek. Sang kakek tidak kenal sedikitpun dengan tamu itu. singkat cerita, sesudah berbincang cukup lama, saat hendak ingin pamitan tamu tersebut dengan sangat menyesal mengakui kalau dialah yang sudah mencuri papaya sang kakek.

“Sebenarnya” ujar sang tamu,

“pada malam berikutnya saya ingin kembali mencuri buah pepaya yang tersisa. Akan tetapi pada saat saya menemukan ada tangga dibawah pohon, saya telah tersadarkan dan pada saat itu saya telah bertekad untuk tidak mencuri lagi. Oleh karenanya, saya ingin mengembalikan pepaya Anda dan untuk bisa menebus kesalahan saya tersebut, saya hadiahkan pepaya yang baru saja saya beli di pasar untuk Anda”.


Kisah diatas mungkin hanya merupakan cerita sederhan. Akan tetapi ada manfaat yang dapat kita pelajari dari cerita tersebut yaitu tentang kesabaran, kebajikan, keikhlasan dan juga cara pandang positif terhadap kehidupan. Mampukah kita bersikap positif pada saat kita kehilangan sesuatu yang kita cintai dengan ikhlas? lalu mencari sisi baiknya dan kemudian melupakan sakitnya suatu musibah.