renungan

hidup adalah perjuangan,,maka berjuanglah untuk masa depan,tetap semangat & jangan pantang menyerah,,,!!!!!

CARA MEMBUAT NUTRISI UNTUK TANAMAN HIDROPONIK

Seperti yang kita ketahui bahwa sistem hidroponik berbeda dengan sistem tanam dengan media tanah, dalam hal ini media yang di gunakan hidroponik adalah air. Tetntunya pembuatan nutrisi / pupuk untuk jenis tanaman ini berupa cairan nantinya.

Dalam pembuatan nutrisi hidroponik dapat menyesuaikan dengan kebutuhan jumlah tanaman yang akan di tanam dalam sistem hidroponik, jika dalam sekala rumahan atau konsumsi sendiri pupuk yang di butuhkan tidak terlalu banyak dan bahan yang akan di gunakan tidak susah di dapat, sebelum menjelaskan berapa takarannya kami akan menerangkan apa saja yang di butuhkan dalam pembuatan nutrisi hidroponik ini.

campuran nutrisi hidroponik

Unsur-unsur yang di butuhkan tanaman yaitu unsur makro dan mikro, jika unsur tersebut terpenuhi alhasil tanaman akan tumbuh dengan baik. Didalam penanaman tanaman hidroponik unsur makro lebih di butuhkan atau kebutuhan unsur makro lebih banyak di bandingkan dengan metode tanam dengan media tanah, yang harus terpenuhi dalam sistem tanaman hidroponik yaitu unsur makro seperti Ca ( kalsium ), K ( kalium ), P ( fosfor ), N ( nitrogen ), S ( sulfur ), dan Mg ( Magnesium ). Sedangkan untuk unsur mikronya seperti Mn ( Mangan ), Fe ( Besi ), B ( Boron ), Ci ( klor ), dan Mo ( Molibdenum ).

Pada Nutrisi (hara) yaitu Nitrogen di butuhkan saat tanaman bertumbuh atau saat awal bertunas dan saat daun terbentuk.

Fosfat diberikan saat tanaman membutuhkan nutrisi hal ini untuk menumbuhkan akar tanaman sehingga nantinya tanaman menyerap nutrisinya dengan akar tersebut.

Kalium berfungsi pada proses peralihan fase vegetatif ke face reproduktif atau pembentukan buah, termasuk kebutuhan yang penting saat proses fotosintesis.

Saat pemberian nutrisi ini juga berkaitan dengan pH atau kadar asam larutan nutrisi tersebut, untuk memiliki nutrisi yang di butuhkan tanaman, larutan nutrisi haruslah di kontrol sehingga mendapatkan pH yang pas untuk tanaman dan pada umumnya pH yang di butuhkan yaitu 5,5 – 6,5.

Untuk mendapatkan bahan nutrisi hidroponik anda bisa mencarinya di toko pertanian terdekat, atau anda juga bisa membelinya di toko online yang menyediakan kebutuhan hidroponik. Seperti pupuk AB mix tergolong pupuk yang sudah banyak di kenal dan sudah sering untuk di gunakan pada sistem hidroponik, tetapi untuk pupuk AB mix ini tergolong mahal. Harga pupuk tersebut diantara 80.000 sampai 100.000 untuk satu paket pupuk A dan B dalam jumlah 1000 liter. Namun anda jangan khawatir karena jenis nutrisi ini bisa di buat sendiri dengan cara membuat campuran formula Gandasil+NPK+KCI, sehingga lebih murah harganya dan untuk membuat 1000 liter nutrisi hanya di perlukan biaya sekitar 30.000, hal ini dapat lebih memperkecil biaya dalam membuat tanam hidroponik.

pupuk nutrisi hidroponik

Dibawah ini formula yang bisa di racik sendiri, kami terangkan untuk bahan dan alat yang dibutuhkan yaitu :

(Dibuat untuk sepuluh liter nutrisi larutan)

TimbanganAlat untuk mengadukEmber kapasitas minimal 10liter3 Gelas (bisa menggunakan gelas plastik bekas)Pupuk kandasil D 5 gram ( Growmore Green ) setengah sendok makanPupuk NPK 16-16-16 – 10 gram atau bisa menggunakan NPK mutiara – 1 sendok makanPupuk KCI 10 gram – 1 sendok makan10 liter air, jika anda menggunakan air PDAM lebih baik di endapkan terlebih dahulu selama -+ 7hari, akan lebih baik jika anda menggunakan air sumur atau air sungai

Pembuatan :

Silahkan isikan air kedalam 3 gelas plastik masing-masing 100ml / kira-kira setengah gelasBerikutnya silahkan larutkan pupuk Gandasil,KCI dan NPK ke dalam gelas plastik, silahkan pastikan pupuk terlarut untuk menghindari terjadinya endapan dan dicampur sendiri-sendiriSiapkan atau masukan air 10liter kedalam ember lalu campurkan ke 3 racikan larutan ke dalam air tersebut, aduk hingga merata dan tercampur dengan sempurna

Campuran nutrisi atau formula di atas cukup untuk menutrisi tanamaan saat pertunasan (vegetatif) pada tanaman seperti kangkung dan sawi. Sedangkan untuk pertumbuhan pertunasan tanaman hidroponik cabe bisa di tambahkan dengan pupuk urea dan untuk jenis tanaman mentimun, terong dan tomat disarankan ditambah pupuk urea dengan takaran sekitar 20 gram di dalam racikan tersebut.

Campuran formula untuk pembuahan dan pembungaan dalam tanaman yang berbuah lebih baik pupuk urea dikurangi 50% sekitar 5gram untuk 10 liter nutrisi (untuk tanaman cabe), 10gram per 10 liter untuk tanaman tomat, mentimun dan terong. Untuk pupuk jenis NPK ditambahkan 50% atau 15-30 gram per 10 liter racikan nutrisi dan pupuk jenis Gandasil D di gantikan dengan pupuk Gandasil B atau Growmore Red/merah.


CARA MEMBUAT NUTRISI HIDROPONIK ALAMI

Bahan dan alat:

  • 30 kg jerami / dedaunan
  • 1 karung kotoran ayam / kambing
  • 1/2 karung dedak / bekatul
  • 100 gr gula merah
  • 50 ml bioaktivator (EM1, EM4 atau GP-1)
  • ember kapasitas 100 L
  • selang aerator transparan diameter 0,5 cm
  • botol plastik air mineral volume 1 L
  • air bersih

Cara membuat nutrisi hidroponik:

  1. Tutup ember dengan diberi lubang sebesar selang.
  2. Potong-potong halus jerami, campurkan dengan kotoran ayam dan dedak.
  3. Masukkan campuran bahan organik tersebut ke dalam ember yang sudah kedap udara. Tambahkan air dengan perbandingan 2 : 1.
  4. Aduk campuran tersebut secara perlahan hingga semua larut.
  5. Di tempat lain, larutkan bioktivator dan gula merah ke dalam 5 liter air. Aduk hingga rata.
  6. Masukkan larutan bioktivator ke dalam ember plastik kedap udara. Tutup rapat ember.
  7. Masukkan selang aerator pada tutup ember. Pada tahap ini, pastikan tidak ada celah di ember. Anda bisa gunakan plester rekat.
  8. Isi 3/4 botol plastik dengan air. Masukkan selang aerator sisi lainnya ke dalam botol. Proses ini akan berlangsung secara anaerob.
  9. Diamkan selama 7-10 hari. Larutan dikatakan berhasil apabila sudah tercium aroma hasil fermentasi dari ember.
  10. Setelah tahapan fermentasi selesai, saring larutan tersebut dengan saringan kain. Ampas larutan yang telah di saring bisa anda gunakan untuk membuat pupuk organik padat.

TANDA ASAM LAMBUNG

Gejala penderita asam lambung seperti ini :

- Bersendawa terus menerus
- Rasa asan dan pahit dimulut
- Tinja berdarah atau hitam
- Terasa seperti ada benjolan dibagian kerongkongan saat menelan
- Sakit ulu hati berlangsung selama 2 jam
- Heartbun biasanya akan terasa lebih parah ketika selesai makan
- Muntah
- Mual
- Bau mulut
- Kembung
- Kesulitan menelan
- Sakit tenggorokan
- Laringitis : peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara menjadi parau
- Batuk terus menerus terutama pada malam hari
- Rasa terbakar di bagian dada
- Rasa sakit menusuk sampai ke punggung
- Dan masih banyak lagi.

JANGANLAH ENGKAU IRI

Aku melihat hidup orang lain  begitu nikmat,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..

Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan,
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya..

Aku melihat hidup sahabatku  begitu sempurna,
Ternyata ia hanya berbahagia  menjadi apa adanya..

Aku melihat hidup tetanggaku  beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..
Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini....

Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi...

Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..

Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..

Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah Ta'ala telah memerintahkannya menuju kepadaku...

Allah Ta'ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..

Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..

Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..

Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang  bayi, Ismail a.s.
Ikhtiar itu perbuatan.. Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..
"Darimana dan digunakan untuk apa"
Karena rezeki hanyalah "hak pakai", bukan "hak milik"...

Halalnya saja dihisab..dan haramnya diadzab..!

Maka, aku  tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain..

Bila aku iri pada rezeki orang, sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya.... 😇 astaghfirullaah...😧

Sugeng lheyeh lheyeh ... Mapak rezeki sing wis dijatah Gusti Allah..

BERPUASALAH SEPERTI PUASA ULAT,,JANGAN SEPERTI PUASA ULAR

*BERPUASALAH SEPERTI ULAT, JANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR*

Secara sunnatullah yang berpuasa sesungguhnya tidak hanya diwajibkan kepada orang mukminsaja. 
Beberapa jenis makhluk hidup melakukan juga berpuasa sebelum mendapatkan kualitas dan kelangsungan hidupnya.

Banyak contoh, misalnya puasanya induk ayam yang mengeram sehingga mengubah telur menjadi makhluk baru yang berbeda bentuk yang disebut anak ayam.
Di antara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat taqwa, ialah puasanya ULAR dan puasanya ULAT.

*A. PUASA ULAR*

Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.

Ibroh dari puasanya ular :

1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ULAR.

3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa

tetap SAMA.

*B. PUASA ULAT*

Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.

Ibroh dari puasanya ulat :

1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA

2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU

3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU

4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.

5. TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.

*Kesimpulan :*

Puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin taqwa dan mampu menjadi  *khairunnas anfauhum linnas* (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga lulus menjadi Muttaqin. 
Aamiin Yaa robbal allamiin.

MALAM NISFU SYA'BAN

Kamis malam bertepatan dengan 11 Mei 2017 adalah Lailatul Mubarakah karena banyaknya kebaikan yang Allah turunkan,

adalah Lailatul Qismah karena Allah swt membagikan ketetapan yang sudah dipastikan untuk manusia,

adalah Lailatul Takfir karena Alloh menghapus dosa-dosa,

adalah Lailatul Ijabah karena tidak ada doa yg tertolak di malam itu,

adalah Lailatu Iidil Malaikat karena malaikat berhari raya pada malam itu,

adalah Lailatus Syafa'at karena pengampunan yang Allah berikan,

adalah Lailatul Bara'ah karena banyaknya orang yang Allah bebaskan dari Neraka,

adalah Lailatul Jaizah karena menjadi malam penobatan bagi mereka yang memperbanyak ibadah,

adalah Lailatul Ghufron karena malam itu adalah malam pengampunan dan kemerdekaan dari Neraka.

Tetapi malam nanti adalah Malam Kerugian bagi mereka yang musyrik meyakini ada Tuhan selain Alloh, menyakiti kedua orang tua, bermusuhan dan menyimpan dendam, pemabuk dan pecandu khomer, pezina, dan pembunuh.

.
.
Selamat Nisfu Syaban...

SEBUAH BOTOL

Sebuah BOTOL 🍶

~Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribuan...

~Kalau diisi jus buah, harganya 10 ribuan...

~Kalau diisi Madu, harganya ratusan ribu...

~Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan!

~Kalau diisi air comberan, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya...

Sama-sama dikemas dalam BOTOL tetapi berbeda nilainya, sebab "isi" yang ada di dalamnya berbeda...

Begitu juga dgn kita; semua sama... semua manusia...

👉🏼 Yang membedakannya adalah; KARAKTER yg ada dalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yg benar akan membangun karakter yg benar.

"Sukses tidak diukur dari posisi yg kita capai, tapi dari kesulitan'2 yg berhasil kita atasi ketika berusaha meraih sukses"

👉🏼 Bila kita mengisi hati, dgn penyesalan masa lalu & kekhawatiran akan masa depan, hampir pasti kita tidak akan memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun...

"Hujan besar itu seperti tantangan hidup. Tidak perlu berdoa memohon hujan berhenti, tetapi cukup berdoa agar Payung kita bertambah kuat"

👉🏼 Ingat! Umur itu seperti es batu.
dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair... digunakan atau tidak digunakan umur kita tetap akan berkurang dari "jatah" yg telah ditetapkan.

"Selagi masih tersisa jatah usia kita, lakukanlah KEBAIKAN sebanyak yg kita mampu lakukan."

PUISI

HIDUP ADALAH PERJUANGAN


hidup adalah perjuangan
tak cukup hanya berpangku tangan
halangan,rintangan,tantangan
menjadi bagian sepanjang jalan
berpeluh tak harus mengeluh
lelah bukan waktu tuk berhenti tuk melangkah
berat bukan alasan tuk mengumpat
selama masih ada nafas harapan tak boleh kandas
jalani semua dengan ikhlas
hilangkan rasa malas
jauhi sifat memelas
masa depan kan terlihat jelas
semangat tuk menunda kiamat
optimis,jangan jadi pengemis
pantang menyerah menjauhkan dari kalah
bersabar berharap berkah dari Yang Maha Besar
hanya di hadapan-Nya lah bersimpuh
di sanalah tempat mengadu dan mengeluh
memanjatkan segala do'a-do'a
memohon kan berakhir bahagia


PANGGILAN-NYA

lembayung jingga menghias cakrawala
angin berhembus membelai jiwa
menyadarkan ku yang tersesat dalam lamunan
menghentikan langkah-langkah pengembaraan
sayup-sayup terdengar panggilan menghadap-Nya
membawa kabar dari yang Maha Kuasa
saatnya bersujud di hadapan-Nya
tunaikan kuwajiban dan perintah-Nya
di atas hamparan sajadah
menengadah dan pasrah
bersyukur atas segala nikmat dan karunia-Nya
mohon ampunan dari segala dosa-dosa


BERSIMPUH


bersimpuh menengadah di atas hamparan sajadah
bersenandung lirih bait-bait do'a memecah kesunyian
tuk mengikis sedih sedunya jiwa yang terluka
di dekap dalam hangatnya ruang kerinduan, ku bersujud tuk berserah
mendekat pada sang maha pemurah
mencari jawab tentang jalan berliku tanpa arah
ingin ku berlari jauh membuang rasa resah
Tuhan,hamba bersujud hanyalah kepada-Mu
ku bermohon ampunan dari segala dosa-dosa ku
di saat ku pulang ke pangkuan-Mu nanti
berharap syurga terindah yang kan ku tempati nanti  


 NGIBADAH

Srengengene lingsir ngulon
Lakune katon alon-alon
Ninggalke semburat abang
Nggambar indah ing awang-awang
Keprungu bedug ngumandang
Suworo adzan ngajag sembahyang
Nandakke maghrib wis wancine
Kabeh pakaryan di lerenke
Ayo ngibadah!!
Senajan awak sayah lan lungkrah
Tinggalno urusan donyo
Kae keprungu timbalane Gusti kang Moho Kuoso
Nindakke kuwajiban
Ojo nganti ketinggalan
Amargo kabeh ono piwalese
Tembe mburi ing akherate

BEBAN
Ku tapaki jalan ini
Di bawah teriknya matahari
Peluh membanjiri
Mengalir deras di dahi
Lelah mulai menjamah
Gontai jalanku mulai payah
Berbisik hentikan langkah
Goyah ingin menyerah
Beban menindih berat
Menghimpit semakin rapat
Tak kuat serasa sekarat
Apa mesti aku perbuat??
Ingin ku berlari
Menjauh dari kenyataan
Tinggalkan semua beban
Tak ingin menoleh untuk kembali




MESTI KU JALANI

resah mengusik kalbu
cerahnya hati tertutup awan kelabu
mengingat nasib tak menentu
yang terus digilas jalannya waktu

tiada kepastian
jauh dari kedamaian
berharap pada perubahan
tapi entah datangnya itu kapan

duka dan derita setia menemani
seakan hidup ini tiada arti
namun semua mesti kujalani
mungkin ini sudah takdir Illahi

tangan ini selalu aku tengadahkan
do'a-do'a tak putus aku penjatkan
berharap Tuhan segera mengabulkan
kebahagiaan segera aku dapatkan

KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA'BAN

Nisfu Sya'ban adalah hari peringatan Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban. Dalam kalangan Islam, Nisfu Sya'ban diperingati menjelang bulan Ramadhan. Pada malam ini biasanya diisi dengan pembacaan Surat Yaasiin tiga kali berjamaah dengan niat semoga diberi umur panjang, diberi rizki yang banyak dan barokah, serta ditetapkan imannya.

Peringatan Nisfu Sya'ban tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Al-Azhar sebagai yayasan pendidikan tertua di Mesir bahkan di seluruh dunia selalu memperingati malam yang sangat mulia ini. Hal ini karena diyakini pada malam tersebut Allah akan memberikan keputusan tentang nasib seseorang selama setahun ke depan. Keutamaan malam nisfu Sya'ban diterangkan secara jelas dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.

KEUTAMAAN NISFU SAY'BAN DAN DO'A MALAM NISFU SYA'BAN

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karepa pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh.

HADIST KEUTAMAAN NISFU SYA’BAN

Tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban ini, dimana kita dianjurkan untuk melakukan ibadah terutama untuk memohon ampun, memohon rezeki dan umur yang bermanfaat, terdapat beberapa hadis yang menurut sebagian ulama sahih. Diantaranya

Hadist pertama mengenai keutamaan malam nisfu sya'ban

Diriwayatkan dari Siti A’isyah ra berkata, : "Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi) .

Hadits Kedua mengenai keutamaan malam nisfu sya'ban

Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra bercerita bahwa pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW. Ia lalu mencari dan akhirnya menemukan beliau di Baqi’ sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Ketiga mengenai keutamaan malam nisfu sya'ban

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah pada malam nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis Keempat mengenai keutamaan malam nisfu sya'ban

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika malam nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).



DOA MALAM NISFU SYA’BAN:

“ALLAAHUMMA YAA DZAL MANNI WALAA YUMANNU ‘ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA DZATH THAULI WALIN’AAM, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, DHAHRUL LAAJIIN, WA JAARUL MUSTAJIIRIIN, WA AMAANUL KHAA IFIIN, ALLAAHUMMA IN KUNTA KATABTA NII ‘INDAKA FII UMMIL KITAABI SYAQIYYAN AW MAHRUUMAN AW MATHRUUDAN AW MUQTARRAN ‘ALAYYA FIR RIZQI, FAMHULLAA HUMMA BI FADLLIKA SYAQAAWATII WA HIRMAANII WA THARDII WAQ TITAARI RIZQII WA ATS-BITNII INDAKA FII UMMIL KITAABI SA’IIDAN MARZUUQAN MUWAFFAQALLIL KHAIRAAT. FA INNAKA QULTA WA QAULUKAL HAQQU FII KITAABIKAL MUNAZZALI ‘ALAA NABIYYIKAL MURSALI, YAMHUL LAAHUMAA YASYAA U WA YUTSBITU WA ‘INDAHUU UMMUL KITAAB. ILAAHII BITTAJALLIL AA’DHAMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYA’BAANIL MUKARRAMIL LATII YUFRAQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIM WA YUBRAM, ISHRIF ‘ANNII MINAL BALAA I MAA A’LAMU WA MAA LAA A’LAM WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUBI BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

artinya:

“Ya Allah Tuhanku Pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atasMU. Ya Allah Pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah Tuhanku Pemilik kekayaan dan Pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan padaMUlah tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besarMU bahwa adalah orang yang tidak bebahagia atau orang yang sangat terbatas mendapat nikmatMU, orang yang dijauhkan daripadaMU atau orang yang disempitkan dalam mendapat rizki, maka aku memohon dengan karuniaMU, semoga kiranya Engkau pindahkan aku kedalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rizki serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitabMU yang telah diturunkan kepada RasulMU, dan perkataanMU adalah benar, yang berbunyi: Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendakiNYA dan padaNYA sumber kitab. Ya Allah, dengan tajalliMU Yang Mahabesar pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, Engkaulah Yang Mahamengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmatMU ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Sahabatku,

Perlu saya tekankan di sini, tidak ada larangan dari Rasul untuk berdoa di malam Nisfu Sya’ban, justru pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan munkar, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah pertanyaan yg membuat hal yg halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim)

KESIMPULAN MENGENAI MALAM NISFU SYA'BAN

Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam angat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak baca'an shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal salih lainnya.

Sejak semula, Rasulullah Muhammad SAW telah mensinyalir bahwa bulan Sya’ban atau bulan ke-8 dari perhitungan bulan Qamariyah (Hijriah) merupakan bulan yang biasa dilupakan orang.

Maksud Rasulullah, hikmah dan berbagai kemuliaan dan kebajikan yang ada dalam bulan Sya’ban dilupakan orang. Mengapa dilupakan? Menurut pengakuan Rasulullah, karena bulan Sya’ban berada di antara dua bulan yang sangat terkenal keistimewaannya. Kedua bulan dimaksud adalah bulan Rajab dan bulan Ramadan. Bulan Rajab selalu diingat karena di dalamnya ada peristiwa Isra Mikraj yang diperingati dan dirayakan sedang bulan Ramadan ditunggui kedatangannya karena bulan ini adalah bulan yang paling mulia dan istimewa di antara bulan yang ada.

Lantas apa dan bagaimana bulan Sya’ban? Keistimewaan dan kemuliaan bulan Sya’ban terletak pada pertengahannya, sehingga disebut dengan Nisfu Sya’ban. Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban sebagaimana disebut pada awal tulisan ini, adalah bulan kedelapan dari tahun Hijrah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung.

Bulan kedelapan dari tahun Hijriah itu dinamakan dengan Sya’ban karena pada bulan itu ditemukan banyak jalan untuk mencapai kebaikan. Malam Nisfu Sya’ban dimuliakan oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia; Raqib dan Atib, menyerahkan catatan amalan manusia Allah SWT, dan pada malam itu pula catatan-catatan itu diganti dengan catatan yang baru.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa (HR Nasa’I dari Usamah).

Sehubungan dengan hal itu Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah ra.” lam yakunin Nabiyi sha mim yashumu aksara min sya’baana finnahu kaana yashumuhu kulluhu kaana yashumuhu illa qalilan. Maksud Aisyah dalam periwayatan ini bahwa Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban.

Lebih jauh dari itu, pada malan Nisfu Sya’ban Allah SWT menurunkan berbagai kebaikan kepada hambanya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), magfirah (ampunan), dan itqun min azab (pembebasan dari siksaan). Oleh karena itu malam Nisfu Sya’ban diberi nama yang berbeda sesuai dengan penekanan kebaikan yang dikandungnya.

Imam al-Gazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam Syafaat, karena menurutnya, pada malam ke-13 dari bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Lalu pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Meskipun demikian ada beberapa gelintir orang yang tidak diperuntukkan pemberian syafaat kepadanya. Orang-orang yang tidak diberi syafaat itu antara lain ialah orang-orang yang berpaling dari agama Allah dan orang-orang yang tidak berhenti berbuat keburukan.

Nisfu Sya’ban dinamakan juga sebagai malam pengampunan atau malam magfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hambanya yang saleh. Namun dalam pemberian ampunan itu dikecualikan bagi orang-orang yang masih tetap pada perbuatannya mensyarikatkan Allah alias musyrik, dan bagi mereka yang tetap berpaling dari Allah SWT. Nabi bersabda: ?Tatkala datang malam Nisfu Sya’ban Allah memberikan ampunanNya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang syirik (musyrik) dan berpaling dariNya (HR Ahmad).

Kecuali Enam Golongan

Ibn Ishak meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa pernah Rasulullah memanggil isterinya, Aisyah dan memberitahukan tentang Nisfu Sya’ban. “Wahai Humaira, apa yang engkau perbuat malam ini? Malam ini adalah malam di mana Allah yang Maha Agung memberikan pembebasan dari api neraka bagi semua hambanya, kecuali enam kelompok manusia”.

Kelompok yang dimaksud Rasulullah yaitu,

Pertama, kelompok manusia yang tidak berhenti minum hamr atau para peminum minuman keras. Sebagaimana berulang kali dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan hamr adalah jenis minuman yang memabukkan, baik jenis minuman yang dibuat secara tradisional mapun jenis minuman yang dibuat secara modern. Istilah populernya adalah minuman keras atau miras. Yang disebut pertama antara lain tuak atau ballok, baik ballok tala, ballok nipa, maupun ballok ase. Sementara yang disebut kedua antara lain bir dan whyski. Termasuk kategori sebagai orang yang tidak berhenti minum hamr ialah orang-orang menyiapkan minuman tersebut atau para pembuat dan pengedarnya. Mereka ini tidak mendapat pembebasan dari api neraka, tetapi malah diancam dengan siksaan api neraka.

Kedua, orang-orang yang mencerca orang tuanya. Termasuk kategori mencerca orang tua ialah berbuat jahat terhadap orang tua yang dalam hal ini ibu bapak. Menurut ajaran agama yang menyatakan syis saja kepada ibu atau bapak itu sudah termasuk dosa. Membentak orang tua termasuk perbuatan yang sangat dilarang. Allah SWT di samping menegaskan kepada manusia untuk tidak beribadah selainNya, maka kepada kedua orangtua berbuat baiklah. Waqadha Rabbuka an La ta’buduu Illah Iyyahu wa bilwalidaini ihsanan (al-Isra: 17:23). Perbutan kategori baik terhadap orang tua antara lain bertutur kata kepada keduanya dengan perkataan yang mulia, merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang, dan kepada keduanya didoakan; “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”

Ketiga, orang-orang yang membangun tempat zina. Tempat berzina dimaksud adalah tempat pelacuran yang kini nama populernya tempat PSK (pekerja seks komersial). Golongan atau kelompok orang yang seperti ini, pada malam Nisfu Sya’ban tidak mendapat pembebasan dari api neraka, tetapi sebaliknya mereka dijanji dengan siksaan dan azab.

Keempat, orang-orang atau para pedagang yang semena-mena menaikkan harga barang dagangannya sehingga pembeli merasa dizalimi. Misalnya, penjual bahan bakar minyak, termasuk minyak tanah. Harga dagangan jenis ini sudah ada harga standar, tetapi kalau penjualnya menaikkan harganya secara zalim, maka penjual yang demikian itulah yang tidak mendapat pembebasan dari neraka.

Kelima, petugas cukai yang tidak jujur. Termasuk kategori petugas cukai adalah para kolektor pajak atau orang-orang yang menagih pajak dan retribusi. Misalnya petugas cukai yang bertugas di pasar-pasar yang menerima uang atau cukai dari penjual dengan bukti penerimaan dengan karcis. Salah satu bentu ketidakjujuran kalau uang diterima tetapi tidak diserahkan bukti penerimaan (karcis).

Keenam, kelompok orang-orang tukang fitnah. Orang-orang kelompok ini suka menyebarkan isu dan pencitraan buruk yang sesungguhnya hanyalah sebuah fitnah. Keenam golongan inilah yang disebut tidak mendapat fasilitas itqun minannar.

Atas dasar itu, kiranya kita semua dapat menyadari bahwa sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadan. Persiapan itu meliputi persiapan mental dan persiapan fisik. Manusia atau umat hendaknya memasuki bulan suci Ramadan sudah dalam keadaan iman yang mantap dan sudah dalam keadaan mendapatkan syafaat, dan sudah dalam keadaan mendapat jaminan dan pembebasan dari siksaan api neraka.

Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam angat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak baca'an shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal salih lainnya.

Semoga bermanfaat

REMBULAN

TRESNO REMBULAN


Rembulane amung sijiSelawase ora bakal gantiRembulane ajeg ing angkosoSelawase ora bakal lungoSenajan adoh seko bumiBakalan Setyo sesandinganOra bakalan suloyo janjiKagodo marang liyanTresnane rembulanSenajan adoh ing paranTan biso gegandenganTetep Setyo nyawiji dalanTresnane rembulan wis kabuktiEwon tahun anggone naleni janjiora nate pindah ati seko bumiBiso dadi tulodho tresno sejati
-----------------------------------------------------------

REMBULAN


mbulane ndadari katon asrimadangi jagat kang tambah sepiginapit lintang abyor ing wengitan biso kaitung nganggo drijiangine sumilir nggowo wartolan lelagon tembang asmorondonotembange tembang sworo jiwotembang endah kang ora bakal sirnokumandange katresnankoyo tumiupe angin kasuwarganendah kaprungu ing talingantentrem ing donyo kasunyatan


PECAHAN KACA

Ketika aku trbangun..
Berdirilah aku di depan kaca..
Kupandang wajahku..
Aku pun teringat..
Tentang cerita dari negeri dongeng khayalanku..
Aku hidup untuk mencari jati diriku..
Beribu rintangan akan aku hadapi..
Tanpa tersadar tanganku menghantam kaca..
Meratapi nasib yg begitu malang..
Tapi,kupandang dengan jelas pecahan kaca itu..
Aku bertanya "apakah aku bagai pecahan kaca itu?"
Hati kecilku menjawab "iya..kamu bagai pecahan kaca itu,ketika mengenai tangan..akan sakit rasanya.."
Aku bertanya lagi "apa maksudmu?"
Hati kecilku menjawab "kamu adalah seorang yang sabar untuk menghadapi rintangan dalam hidupmu..tapi,disisi lain..kamu tidak seperti kaca itu"
Aku bertanya lagi "apa lagi maksudmu?"
Hati kacilku menjawab "kamu tidak akan mudah rapuh dan menyerah ketika kamu mendapat rintangan setiap saat..artinya di sisi lain kamu tidak akan seperti pecahan kaca itu"
Dan aku tersadar..
"Aku tidak akan seperti pecahan kaca yg rapuh.. Tapi aku akan seperti pecahan kaca yg tajam, Setajam semangatku"

                                        Post by: nisa

BUNGA LAYU YANG TERBUANG

Ketika dia tertawa,seperti bahagia hidupnya,
Tapi,ada 1 rahasia dari dirinya
Dia hanyalah seorang pemungut bunga layu yg hina di mata orang,
Dia hidup menyusuri jalan,tak tau arah.
Suatu hari,ada seorang ibu hamil bertanya "sedang apa kamu cah ayu?"
Gadis kecil itu menjawab "aku sedang memungut bunga layu bu"
Ibu itu brtnya lg "lho,buat apa cah ayu?"
Gadis kecil menjawab "untuk teman hidup untuk menyusuri jalan tiada arah"
Ibu itu bertanya lagi "namamu siapa cah ayu?"
Gadis kecil itu menjawab "namaku BUNGA"
Ya,dialah bunga.. Bunga layu yg terbuang..
Ibunya sungguh tega ,membuang gadis itu di dekat taman yg pnuh bunga di sore hari
Dan..anak itu dinamakan BUNGA
Tapi,orang2 memanggilnya BUNGA LAYU YANG TERBUANG.

                                         Post by: nisa

PATAHNYA SAYAP KUPU-KUPU

Kulihat matahari yg semakin tenggelam..
Kulihat awan semakin kelabu..
Dan kulihat sepasang kupu2..
Aku terkejut..
Kupu2 berwarna emas dan hijau terbang bersamaan..
Tapi,betapa malang kupu2 emas itu..
Hidup dengan 1 sayap kanannya..
Yang lebih mengejutkan lagi.
Mengapa kupu2 itu bisa terbang di langit penuh canda?
Dan ternyta.. Diatasny nampak kupu2 hijau yg suka rela membawanya terbang..
Kupu2 hijau ingin membuat kupu2 emas menikmati indahnya dunia dari atas sana..
Penuh tawa diantara mereka..
Seakan tak terjadi apa2..

                                        Post by: nisa

Macam-macam Jiwa dalam Al-Qur'an


Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa jiwa adalah satu bila dilihat dari sudut dzatnya, dan tiga bila dilihat dari sudut sifatnya. Di dalam Al-Qu’an yang mulia itu telah menjelaskan tentang jiwa dengan tiga sifat: yaitu muthma’innah, ammarah bis su’ dan lawwamah (yang suka mencela).

 

Imam Ibnul Qayyim berkata, “Jiwa bila tenang karena Allah Subhaanahu wata’ala, tenteram karena berdzikir kepada-Nya, tunduk kepada-Nya, rindu kepada perjumpaan dengan-Nya, akrab dengan kedekatan-Nya, maka ia adalah jiwa yang muthma’innah. Ialah jiwa yang disebutkan Allah Subhaanahu wata’ala ketika seseorang wafat, sebagaimana dalam firman-Nya,

(يَـٰٓأَيَّتُہَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ (٢٧)ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬ (٢٨

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” (Al-Fajr: 27-28)


Muthma’innah

Menurut Imam Ibnul Qayyim hakikat muthma’innah adalah ketenangan dan kestabilan, yaitu jiwa yang merasa tenang kepada Tuhannya, taat kepada-Nya dan perintah-Nya, serta dzikir kepada-Nya dan tidak meras tenang kepada yang lain-Nya. Dengan demikian jiwa itu telah mencapai ketenangan dengan cinta-Nya, penghambaan dan berdzikir kepada-Nya. Ia juga tenteram dengan perintah-Nya, larangan-Nya dan janji-Nya.

Ia juga tenteram dengan pembenaran terhadap hakikat Asma’-asma’ dan sifat-sifat Allah Subhaanahu wata’ala. Ia juga tenteram dengan keridhaannya mengakui Allah Subhaanahu wata’alasebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Rasulullah.

Ia juga tenteram dengan Qadha’ dan Qadar-Nya. Ia juga tenteram dengan kecukupan, kelayakan, dan jaminan hidup dari-Nya. Ia juga tenteram dengan keyakinan bahwa Allah Subhaanahu wata’ala satu-satunya Rabbnya, Sesembahannya, Rajanya dan Pemilik segala urusan, dan tempat kembalinya. Dan bahwasanya tidak ada rasa “tidak butuh” kepada-Nya walaupun sekejap mata.”

Amarah Bis su’

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan tentang jiwa amarah bis su’ , jiwa ini bertentangan dengan jiwa muthma’innah. Jiwa amarah bis su’ yang memerintahkan pemiliknya kepada hawa nafsu berupa syahwat kesesatan dan mengikuti yang batil, jiwa seperti ini merupakan sumber kejelekan. Jika dituruti, maka jiwa ini akan menyeret seseorang pada perbuatan jelek dan segala perkara dibenci.

Imam Ibnul Qayyim berkata, “Nafsu ammarah bis su’ dikatakan ‘ammarah’ dan bukan ‘amirah’ karena banyaknya perintah dari nafsu tersebut, dan bahwa nafsu yang demikian telah menjadi adat dan ciri khasnya, kecuali apabila Allah Subhaanahu wata’ala merahmatinya dan membuatnya menjadi suci yang menyuruh pemiliknya untuk berbuat baik, dan hal tersebut termasuk rahmat Allah bukan dari rahmat nafsu, karena ia sendiri pada hakikatnya menyuruh kepada keburukan. Karena nafsu pada asalnya diciptakan dalam keadaan bodoh dan sesat, kecuali yang mendapat rahmat Allah.

Lawwamah

Imam Ibnul Qayyim berkata, “Kata lawwamah ini, ulama berbeda pendapat tentang sumber asal kata pokoknya, apakah ia berasal dari kata talawwum (kebimbangan), atau kata laum (tercela). Pernyataan salaf berkisar antara dua makna ini.

Sa’id bin Jubair berkata, ‘Aku bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Apakah nafsu lawwamah itu?’ Ibnu Abas menjawab, ‘Nafsu lawwamah adalah nafsu yang tercela.’

Mujahid berkata, ‘Nafsu lawwamah adalah nafsu yang menyesali segala yang terjadi di masa lalu dan mencela dirinya sendiri.’

Qatadah berkata, ‘Nafsu lawwamah adalah nafsu yang jahat.’

Ikrimah berkata, ‘Nafsu lawwamah adalah nafsu yang mencela atas perbuatan baik dan buruk.’

Atha’ dari Ibnu Abbas dia berkata, ‘Nafsu lawwamah adalah setiap nafsu yang mencela dirinya sendiri pada Hari Kiamat, yang mencela dirinya sendiri atas perbuatan baik karena tidak menambahkannya, dan mencela dirinya atas perbuatan buruk karena tidak kembali insaf dari keburukannya.’

Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwasanya jiwa kadangkala bersifat ammarah, kadangkala bersifat lawwamah, dan kadangkala bersifat muthma’innah. Bahkan dalam satu hari dan satu saat bisa terjadi yang ini dan itu. Dan yang menguasai adalah kondisinya yang paling dominan. Kondisi nafsu yang menjadi muthma’innahadalah merupakan sifat yang terpuji baginya. Dan kondisi nafsu menjadi ammarah bis su’ merupakan sifat yang tercela baginya. Nafsu itu kadangkala bersifat lawwamah yang terbagi menjadi terpuji dan tercela sesuai dengan sesuatu yang dicelanya.

Sumber : OBAT HATI, Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi, Ibnu Qayyim al-Jauziyah

Macam-macam Cinta


 

Kajian – Imam Ibnul Qayyim menjelaskan tentang macam-macam cinta dalam sebuah majelis ilmu.

Yang paling utama dan paling tinggi adalah cinta kepada Allah Subhaanahu wata’ala, (dengan niat) karena Allah dan untuk Allah. cinta ini mengharuskan cinta kepada sesuatu yang dicintai AllahSubhaanahu wata’ala dan mengharuskan cinta kepada Allah dan rasulNya.

Di dalam shahih Al Bukhari dan Muslim dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‘Ada tiga perkara, barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan rasul-Nya lebih dicintainya daripada yang lain, mencintai seseorang tiada lain hanya karena Allah, dan tidak mau kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia tidak mau kalau dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Syaikhul Islam rahimahullah menyebutkan, bahwa sebab-sebab yang dapat mendatangkan kecintaan-Nya ada sepuluh macam:

Pertama: Membaca Al-Qur’an dengan menghayati dan memahami arti dan apa yang dimaksudkannya.

Kedua: Mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan melakukan sunah setelah melakukan fardhu.

Ketiga: Selalu berdzikir pada setiap keadaan, dengan lisan, hati, perbuatan dan perilaku. Maka, kecintaan Allah kepadanya sebesar kecintaannya kepada Allah.

Keempat: Mendahulukan apa yang dicintai Allah atas apa yang disenangi dirinya sendiri pada saat hawa nafsu menguasai.

Kelima: Membiasakan hati untuk selalu memahami dan menghayati nama-nama dan sifat-sifatNya, juga selalu menghadirkan diri dalam masalah ma’rifat (pengetahuan) ini.

Keenam: Selalu mengakui dan bersyukur atas kebaikan dan nikmat-nikmatNya, baik yang zhahir maupun yang batin.

Ketujuh: Inilah yang paling mengagumkan, yaitu berendah hati di hadapan-Nya.

Kedelapan: Berkhalwat (hubungan batin dengan Allah) pada waktu turunnya Tuhan dan membaca kitab-Nya, kemudian menutupnya dengan beristigfhar dan bertaubat.

Kesembilan: Berkumpul bersama orang-orang yang cinta Allah dengan kejujuran dan selalu mengambil hikmah dari perkataan mereka. Tidak berbicara kecuali dengan perkataan yang membawa maslahat dan yang diyakininya dapat membawa peningkatan dirinya dan dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Kesepuluh: Menjauhi segala sebab yang dapat menghalangi antara hati dan Allah Azza wa Jalla.

Seorang hamba meninggalkan jiwanya, bersambung dengan dzikir kepada Rabb, mendirikan hak-hakNya. Dia melihat kepadaNya dengan hatinya. Hatinya membakar cahaya haibah. Minumannya bersih dari cawan cintanya. Maka Dzat Yang Maha perkasa membuat tabir keghaiban untuknya.

Jika dia berbicara, maka dia berbicara dengan Allah. Jika dia berkata, maka dia berkata tentang Allah. Jika dia bergerak, maka bergerak dengan perintah Allah. Jika diam, maka diam bersama Allah. Maka dia selalu denagn Allah, untuk Allah, dan bersama Allah.

Jenis cinta yang lainnya adalah cinta karena keserasian dan kesesuaian dalam satu tariqat, agama, mazhab, aliran, kerabat, produksi atau tujuan bersama.

Di antara jenisnya adalah cinta untuk mencapai tujuan dari yang dicintai, baik dari sisi wibawa, atau harta, atau pengajaran atau nasihatnya, atau menunaikan hasrat kepadanya. Cinta yang bertendensi ini akan hilang bersama hilangnya faktor tendensi yang menuntutnya. Karena sesungguhnya orang yang mencintai seseorang karena (tendensi) sesuatu, maka dia akan berpaling darinya setelah tendensi sesuatu hilang dari orang tersebut.

Sedangkan cinta karena kecocokan dan kesamaan antara orang yang mencintai dengan orang yang dicintai, maka ia adalah cinta yang lazim, dan tidak akan hilang kecuali karena ada sesuatu yang menghilangkannya. Cinta isyq (cinta buta) adalah termasuk dalam jenis ini. Sesungguhnya ia adalah keindahan yang dipancarkan oleh ruh, pencampuran jiwa. Waswas, kekhawatiran-kekhawatiran, kesibukan hati, dan kehancuran dari jenis cinta adalah tidak muncul sebagaimana ia muncul dalam al-isyq.”

Bila penyebab dari cinta isyq (cinta buta) itu adalah apa yang anda jelaskan berupa terjalinnya hubungan, dan kecocokan jiwa, lantas kenapa cinta ini tidak selamanya muncul dari dua pihak, bahkan kebanyakan hanya dari salah satu pihak saja. Bila penyebab dari cintaisyq (cinta buta) itu adalah terjalinnya hubungan, dan kecocokan jiwa, maka seharusnya ia timbul dari kedua belah pihak?

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan tentang cinta isyq (cinta buta) bahwa sesungguhnya penyebab bertepuk sebelah tangan dalam cinta isyq (cinta buta) ini adalah karena tidak terpenuhinya syarat, atau adanya penghalang. Dan perkara tidak adanya respon cinta dari pihak yang lain pasti adalah karena salah satu sebab berikut,

Terdapat dalam cinta itu sendiri. Ia pasti hanya karena cinta yang kebetulan bukan cinta yang sejati. Dalam cinta kebetulan (cinta monyet pent.) seperti ini tidak harus ada timbal balik utuh antara dua pihak, bahkan hal itu bisa jadi membuat lari orang yang dicintai.Penghalang yang menghalangi pecinta untuk mencintai orang yang dikasihinya, baik berupa penciptaan, akhlak, petunjuk, tingkah laku, bentuk tubuhnya, atau lainnya.Penghalang yang ada dalam diri orang yang dicintai, yang merintanginya untuk merespon baik cinta dari orang yang mencintainya. Seandainya hal itu tidak ada dalam dirinya, maka dia pasti menyambut cinta dari pihak yang mencintainya.

Jika penghalang-penghalang tersebut hilang, dan cintanya adalah sejati, maka hal itu tidak mungkin akan ada melainkan dari dua pihak. Seandainya tidak ada penghalang berupa takkabur, hasad, cinta kepemimpinan dan permusuhan terhadap orang-orang kafir, maka pasti semua rasul itu akan mereka cintai melebihi cinta mereka terhadap diri mereka sendiri, keluarga dan harta bendanya. Dan setelah penghalang ini hilang dari pengikut para rasul, maka para rasul pun menjadi orang-orang yang paling dicintai oleh para pengikutnya melebihi cinta mereka kepada diri sendiri, keluarga dan harta bendanya.”

Kami bertanya, “Cinta isyq (cinta buta), makna dan penyebabnya telah jelas bagi kami berdasarkan penjelasan imam tentang itu. Namun penjelasan anda seolah-olah mengisyaratkan bahwa cintaisyq (cinta buta) ini tidak ada obatnya?”

OBAT HATI, Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi, Ibnu Qayyim al-JauziyahFATHUL MAJID, Penjelasan Kitab Tauhid, Syaikh Abdurrahman Hasan Alu Syaikh.

Ingin Dicintai Allah SWT


Andai di dunia ini tidak ada cinta, maka hidup akan serasa gersang, hampa, dan tidak ada dinamika. Cinta bisa membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian, dan yang jauh menjadi dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta.

Cinta, dilihat dari sudut manapun selalu menarik untuk dibahas. Sejarah mencatat, sejumlah seniman, teolog, sampai filsuf membicarakan cinta dari berbagai perspektifnya, baik dalam bentuk roman, puisi, syair, bahkan sampai dalam bentuk tulisan ilmiah yang bernuansa teologis, fenomenologis, psikologis, ataupun sosiologis.

Filsuf sekaliber plato bahkan pernah mengatakan:

Siapa yang tidak terharu oleh cinta, berarti berjalan dalam gelap gulita.


Pernyataan ini menggambarkan betapa besar perhatian plato pada masalah cinta, sampai-sampai ia menyebut orang yang tidak tertarik untuk membicarakannya sebagai orang yang berjalan dalam kegelapan

Peranan cinta dalam kehidupan tidak diragukan lagi pentingnya. Cinta diyakini sebagai dasar dari perdamaian, keharmonisan, kententraman, kebahagiaan, bahkan kebangkitan peradaban. Namun, apa sesungguhnya cinta itu? Diakui, problem yang dihadapi saat membicarakan cinta biasanya adalah persoalan definisi. Belum pernah ditemui suatu rumusan tentang cinta yang singkat, padat dan mewakili pemahaman akan hakikat cinta secara tepat.

Jalauddin Rumi pernah mengatakan bahwa cinta itu misteri, tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kedalamannya.

Cinta tak dapat termuat dalam pembicaraan atau pendengaran kita,
Cinta adalah sebuah samudera yang kedalamannya tak terukur…
Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar dan ilmu pengetahuan, buku-buku dan lembaran-lembaran halaman.
Apapun yang orang bicarakan itu, bukanlah jalan para pecinta.
Apapun yang engkau katakan atau dengar adalah kulitnya;
Intisari cinta adalah misteri yang tak dapat kau buka!
Cukuplah! Berapa banyak lagi kau akan lengketkan kata-kata di lidahmu?
Cinta memiliki banyak pernyataan melampaui pembicaraan…


Oleh sebab itu, kita tidak akan mendefinisikan cinta, karena khawatir mereduksi kedalamannya. Biarlah cinta berbicara dlam perbuatan kita. Di sini, kita akan mencoba mencermati unsur-unsur yang selalu ada dalam cinta.

Eric fromm, murid kesayangannya Sigmund Freud menyebutkan empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu:

Care (perhatian). Cinta harus melahirkan perhatian pada objek yang dicintai. Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita akan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Kalau kita mencintai orang lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan akan berusaha meringankan bebannya. Kalau kita mencintai Allah, kita akan benar-benar memperhatikan hal-hal apa saja yang diridhai atau dibenci oleh-Nya.Responsibility (tanggung jawab). Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintai. Orang tua yang mencintai anaknya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan material, spiritual, dan masa depan anaknya. Suami yang mencintai isterinya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Karyawan yang mencintai perusahaannya, akan bertanggung jawab pada kemajuan perusahaannya. Orang yang mencintai Tuhannya, akan bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itulah Responsibility.Respect (hormat). Cinta harus melahirkan sikap menerima objek yang dicintai apa adanya. Kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki, sehingga kita selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect.Knowledge (pengetahuan). Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk beluk objek yang dicintai. Kalau kita mencintai seorang wanita atau pria untuk dijadikan isteri atau suami, kita harus berusaha memahami kepribadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan beragamanya. Kalau kita mencintai Tuhan, maka harus berusaha memahami ajaran-ajaran-Nya.

Kalau empat unsur ini ada dalam kehidupan kita, Insya Allah hidup ini akan bermakna. Apapun yang kita lakukan, kalau berbasiskan cinta pasti akan terasa ringan. Karena itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallampernah bersabda,

“Tidak sempurna iman seseorang kalau dia belum mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”. “Cintai olehmu makhluk yang ada di muka bumi, pasti Allah akan mencintaimu”. (H.R. Muslim)


Cinta manusia kepada Allah adalah puncak cinta manusia yang bening dan jernih. Cinta sebagai mediator untuk mengikat atau menghubungkan hamba dengan Allah. Adanya kerinduan ingin bertemu dengan Allah dan kerinduan kepada-Nya tidak hanya berkomunikasi dalam bentuk shalat, do’a, dzikir, dan membaca Al Qur’an saja, melainkan seluruh tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah yang satu “La ilaha illallah”. Rasulullah adalah orang yang patut dijadikan uswah atau teladan dalam mengaktualisasikan cinta kepada Allah.

“Katakanlah: jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang” (Q.S. Ali Imran [3]:31)


Cintanya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya terekspresikan dalam bentuk ketaatan, penghormatan, dan pengagungan kepada-Nya. Tidak salah kita mencintai harta, wanita, kedudukan, kekayaan, orang tua, dan anak. Yang salah adalah cinta kita terhadap mereka sampai melupakan sang Khalik.

“Katakanlah: ‘jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.:’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (Q.S. At Taubah [9]: 24)


Orang yang cinta kepada Allah menjadi tidak sabar dan resah bila tidak memenuhi kehendaknya. Tidak bisa tenang bersama yang lain kecuali bersama Allah, tidak menyebut-nyebut yang lain kecuali menyebut-nyebut dan mengingat-ingat-Nya.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Q.S. Ali Imran[3]: 190-191)


Ketika seseorang dipenuhi rasa cinta pada Allah, dengan penuh kesadaran ia akan menerima ketentuan Allah, baik suka ataupun duka. Bila sudah demikian keadaan seorang hamba, Allah pasti akan memberikan percikan-percikan cahaya, memberikan ketenangan ke dalam hatinya karena cinta Allah yang  maha Rahman dan Rahim, Yang Maha memberikan cahaya, dan cahanya-Nya meliputi alam semesta, “cahaya di atas cahaya”.

Menurut Ibnu Sina, bila seseorang sudah mencapai klimaks cinta kepada Allah, maka akan bersemayam di dalam dirinya sifat-sifat berikut:

Selalu bergembira dan mudah tersenyum bila bertemu sesama.Pemurah, sehingga tidak berbekas lagi kecintaan pada duniaBerani, karena yakin Allah sebagai tempat berlindungPemaaf, sebagai konsekuensi dari hatinya yang sudah dipenuhi cinta kepada AllahSelalu lapang dada, karena melihat keagungan Allah yang terbentang di alam luas, melihat substansi dari setiap fenomena-fenomena yang tersaksikan, sehingga menimbulkan kecintaan yang semakin mendalam kepada Allah. Di manapun berada, ia selalu merasakan bahwa Allah selalu melihatnya dan selalu hadir bersamanya. Ke manapun ia menghadap, di situ ada “Wajah Allah”.

“Dan kepunyaan Allah lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah maha luas (rahmat-Nya) lagi maha mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah [2]: 115)

“Apabila Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengar, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihat, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk memegang, dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia memohon kepada-ku niscaya Aku mengabulkannya, seandainya ia berlindung diri kepada-Ku niscaya Aku melindunginya.” (H.R. Bukhari)


Cinta kepada Allah menjadi sumber energi kehidupannya dan mampu menempatkan cintanya kepada yang lain secara proporsional dengan berada dalam koridor yang dicintai Allah. Hal tersebut akan terefleksikan dengan mencintai sesama manusia, flora, fauna, bahkan pada semua makhluk Allah di alam semesta.

“Tidak sempurna iman seseorang kalau ia belum mencintai orang lain sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Cintailah olehmu makhluk yang ada di muka bumi, pasti Allah akan mencintaimu.” (H.R. Muslim)


Cinta kepada Allah dan cinta kepada seluruh makhluk yang bersumber dan bermuara pada kecintaan terhadap Allah Subhaanahu wata’ala sebagai sumber segala sesuatu, itulah yang dinamakan cinta sejati. Demikian nasihat Jalaludin Rumi.

Supremasi kebahagiaan tertinggi adalah kalau kita mampu mencintai orang lain denga tulus tanpa pamrih, mencintai diri sendiri secara proporsional, mencintai Allah Subhaanahu wata’ala dengan penuh loyalitas, dan selalu merasa dicintai-Nya. Inginkan hidup kita bermakna?

[Agenda Percikan Iman 2004, Aam Amiruddin]

Selalu Menata Hati




“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Q.S. Al-Israa'[17]:36)


Betapa indahnya sekiranya kita memiliki kalbu yang senantiasa tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Ibarat taman bunga yang pemiliknya mampu merawatnya dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Alur-alur penanamannya tertata rapih. pengelompokan jenis dan warna bunganya terkombinasi secara artistik. Yang ditanam hanya tanaman bunga yang memiliki warna-warni yang indah atau bahkan yang menyemerbakkan keharuman yang menyegarkan.

Rerumputan liar yang tumbuh di bawahnya senantiasa disiangi. Parasit ataupun hama yang akan merusak batang dan daunnya dimusnahkan. Tak lupa setiap hari disiraminya dengan merata, dengan air yang bersih. Tak akan dibiarkan ada dahan yang patah atau ranting yang mengering.

Walhasil, tanahnya senantiasa gembur, tanaman bunga pun tumbuh dengan subur. Dedaunannya sehat menghijau. Subhanallah, bila pagi tiba, manakala sang matahari naik sepenggalan, dan saat titik-titik embun yang begelayutan di ujung dedaunan menangkap kilatan cahayanya, bunga-bunga itu, dengan aneka warnanya, mekar merekah. Wewangian harumnya semerbak ke seantero taman, tak hanya tercium oleh pemiliknya, tetapi juga oleh siapa pun yang kebetulan berlalu dekat taman. Sungguh, alangkah indah dan mengesankan.

Begitupun kalbu yang senantiasa tertata, terpelihara, serta terawat dengan sebaik-baiknya. Pemiliknya akan senantiasa merasakan lapang, tenang, tenteram, sejuk, dan indahnya hidup di dunia ini. Semua ini akan tersemburat pula dalam setiap gerak-geriknya, perilakunya, tutur katanya, sunggingan senyumannya, tatapn matanya, riak air mukanya, bahkan diamnya sekalipun.

Orang yang hatinya tertata dengan baik tak pernah merasa resah gelisah, tak pernah bermuram durja, tak pernah gundah gulana. Kemana pun pergi dan di mana pun berada, ia senantiasa mampu mengendalikan hatinya. Dirinya senantiasa berada dalam kondisi damai dan mendamaikan, tenang dan menenangkan, tenteram dan menenteramkan. Hatinya bagai embun yang menggelayut di dedaunan di pagi hari, jernih bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Hatinya tertambat bukan kepada barang-barang yang fana, melainkan selalu ingat dan merindukan Dzat yang Maha Memberi Ketenteraman, Allah Azza wa Jalla.

Ia yakin dengan keyakinan yang amat sangat bahwa hanya dengan mengingat dan merindukan Allah, hanya dengan menyebut nama-Nya setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, maka hatinya menjadi tenteram. Tantangan apa pun yang dihadapinya, seberata apa pun, diterimanya dengan ikhlas. Dihadapinya dengan sungginga senyum dan lapang dada. Baginya tak ada masalah yang tak dapat terselesaikan. Baginya tak ada masalah dengan masalah sebab yang menjadi masalah hanyalah caranya yang salah dalam menyikapi masalah.

Adalah kebalikannya dengan orang yang berhati semrawut dan kusut masai. Ia bagaikan kamar mandi yang kumuh dan tak terpelihara. Lantainya penuh dengan kotoran. Lubang WCnya masih belepotan sisa kotoran. Dindingnya kotor dan kusam. Gayungnya bocor, kotor, dan berlendir. Pintunya tak berselot. Kerannnya susah diputar dan air pun sulit untuk mengalir. Tak ada gantungan. Baunya membuat setiap orang yang menghampirinya menutup hidung. Sudah pasti setiap orang enggan memasukinya. Kalaupun ada yang sudi memasukinya, pastilah lantaran tak ada pilihan dan dalam keadaan yang sangat terdesak. Itu pun seraya menutup hidung dan menghindarkan pandangan sebisa-bisanya.

Begitupun keadaannya dengan orang yang berhati kusam. Ia senantiasa tampak resah dan gelisah. Hatinya dikotori dengan buruk sangka, dengan kesumat, licik, tak mau kompromi, mudah tersinggung, tak senang melihat orang lain berbahagia, kikir, dan lain-lain penyakit hati yang terus-menerus menumpuk, hingga sulit untuk dihilangkan.

Sungguh, orang yang berhati busuk seperti itu akan mendapatkan kerugian yang berlipat-lipat. Tidak saja hatinya yang selalu gelisah, namun juga orang lain yang melihatnya pun akan menaruh rasa jijik dan tidak akan menaruh hormat sedikit pun jua. Ia akan dicibir dan dilecehkan orang. Ia akan tidak disukai, sehingga sangat mungkin akan tersisih dari pergaulan. Terlepas siapa orangnya. Adakah ia orang berilmu, berharta banyak, pejabat, atau siapa pun; kalau berhati busuk, niscaya akan mendapat celaan dari masyarakat yang mengenalnya. Derajatnya pun mungkin akan sama atau, bahkan, lebih hina daripada apa yang dikeluarkan dari perutnya.

Bagi orang yang demikian, selain derajat kemuliaannya akan jatuh di hadapan manusia, juga di hadapan Allah. Ini dikarenakan hari-harinya selalu diwarnai dengan aneka perbuatan yang mengandung dosa. Allah tidak akan pernah berlaku aniaya terhadap makhluk-makhluknya. Sesungguhnyalah apa yang didapatkan seseorang itu, tidak bisa tidak, merupakan buah dari apa yang diusahakannya.

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ (٣٩) وَأَنَّ سَعۡيَهُ ۥ سَوۡفَ يُرَىٰ (٤٠) ثُمَّ يُجۡزَٮٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ (٤١)

“Dan bahwasanya manusia tidak akan memperoleh (sesuatu), selain dari apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberikan balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,” (Q.S. an-Najm[53]: 39-41)


Kebaikan yang ditunaikan dan kejahatan ynag diperbuat seseorang pastilah akan kembali kepada pelakunya. Jika berbuat kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala sesuai takaran yang telah dijanjikan-Nya. Sebaliknya, jika berbuat kejahatan, niscaya ia akan mendapatkan balasan siksa sesuai dengan kadar kejahatan yang dilakukannya. Sedangkan kebaikan dan kejahatan tidaklah bisa berhimpun dalam satu kesatuan.

Orang yagn hatinya tertata rapih adalah orang yang telah berhasil merintis jalan ke arah kebaikan. Ia tidak akan tergoyahkan dengan aneka rayuan duniawi yang tampak menggiurkan. Ia akan melangkah pada jalan yang lurus. Dititinya tahapan kebaikan itu hingga mencapai titik puncak. Sementara itu, ia akanberusaha sekuat-kuatnya untuk memlihara dirinya dari sikap riyaujub, dan perilaku rendah lainnya.

Oleh karenanya, surga sebagai sebaik-baik tempat kembali, tentulah telah disediakan bagi kepulangannya ke yaumil akhir kelak. Bahkan, ketika hidup di dunia yang singkat ini pun ia akan menikmati buah dari segala amal baiknya.

Dengan demikian, sungguh betapa beruntungnya orang yang senantiasa bersungguh-sungguh menata hatinya karena berarti ia telah menabung aneka kebaikan yang akan segera dapat dipetik hasilnya dunia akhirat. Sebaliknya, alangkah malangnya orang yang selama hidupnya lalai dan membiarkan hatinya kusut masai dan kotor. Jangankan di akhirat kelak, bahkan ketika hidup di dunia pun nyaris tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup tenteram, nyaman, dan lapang.

Marilah kita senantiasa melatih diri untuk menyingkirkan segala penyebab yang potensial bisa menimbulkan ketidaknyamanan di dalam hati. Dengan hati yang nyaman, indah, dan lapang, niscaya akan membuat hidup ini terasa damai karena berseliwernya aneka masalah sama sekali tidak akan pernah membuat dirinya terjebak dalam kesulitan hidup karena selalu mampu menemukan jalan keluar terbaiknya, dengan ijin Allah. Insya Allah!

[Bening Hati, K.H. Abdullah Gymnastiar & Basyar Isya]

Memperindah Hati

Setiap manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan keindahan. Banyak orang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala puji dan harga. Tidak usah heran kalau banyak orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmani setiap saat karena sangat ingin memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit juga orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermilyar rupiah karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah.

قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّٮٰهَا (٩) وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّٮٰهَا (١٠)

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS asy-Syams [91]: 9-10)


Akan tetapi, apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan justru penghinaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebaliknya, menggelincirkan pemiliknya ke dalam jurang kehinaan? Jawabnya, karena sebagian besar orang terpesona hanya terhadap keindahaan lahir belaka.

Padahal ketahuilah, sesungguhnya ada satu keindahan yang kalau dimiliki, meski sesederhana apa pun harta yang digenggam dan serendah apa pun kedudukan yang diemban, niscaya kita akan menjadi orang yang benar-benar bermutu, berharga, dan terpuji. Banyak orang mengurus keindahan lahir, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika seseorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan yang sebenarnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam pakaiannya tidak bertabur bintang penghargaan, tanda jasa, dan pangkat. Akan tetapi, demi Allah, sampai saat ini tidak pernah berkurang kemuliaannya. Rasulullah tidak menggunakan singgasana dari emas yang gemerlap ataupun memiliki rumah yang megah dan indah. Namun demikian, sampai detik ini sama sekali tidak pernah luntur pujian dan penghargaan terhadapnya, bahkan hingga kelak datang akhir zaman. Apakah rahasianya? Ternyata semua itu dikarenakan Rasulullah adalah orang yang sangat menjaga mutu keindahan dan kesucian hatinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda, “lngatlah, dalam tubuh manusia itu ada ‘segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama kalbu!” (HR Bukhari dan Muslim)

Boleh saja kita memakai segala apa pun yang indah-indah. Namun demikian kalau tidak memiliki hati yang indah, demi Allah tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya. Karenanya, hendaknya jangan terpedaya oleh keindahan dunia. Lihatlah, begitu banyak wanita malang yang tidak mengenal moral dan harga diri. Mereka pun tidak kalah indah dan molek wajah, tubuh, ataupun penampilannya. Kendatipun begitu, mereka tetap diberi oleh Allah aneka asesoris duniawi yang indah dan melimpah.

Ternyata segala asesoris duniawi dan kemewahan itu bukanlah tanda kemuliaan yang sesungguhnya karena orang-orang yang rusak dan durjana sekalipun diberi aneka kemewahan yang melimpah ruah oleh Allah. Kunci bagi orang-orang yang ingin sukses, yang ingin benar-benar merasakan lezat dan mulianya hidup, adalah orang yang sangat memelihara serta merawat keindahan dan kesucian kalbunya.

Imam al-Ghazali menggolongkan hati ke· dalam tiga golongan, yakni:

hati yang sehat (qalbun shahih),hati yang sakit (qalbun maridh), dandari hati yang mati (qalbun mayyit).

Seseorang yang memiliki hati sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan berfungsi optimal. la akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap yang akan diperbuatnya benarbenar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih.

Orang yang paling beruntung karena memiliki hati yang sehat adalah orang yang dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin cemerlang hatinya, maka akan semakin mengenal Dia, Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang tersungkur bersujud. Semakin tinggi pangkatnya, akan membuatnya semakin rendah hati. Kian melimpah hartanya, ia akan kian dermawan. Semua itu dikarenakan ia menyadari, bahwa semua yang ada adalah titipan Allah semata. Tidak dinafkahkan di jalan Allah, pasti Allah akan mengambilnya kembali jika Dia kehendaki.

Semakin bersih hati, hidupnya selalu akan diselimuti rasa syukur. Dikaruniai apa saja, kendati sedikit, ia tidak akan habis-habisnya meyakini bahwa semua ini adalah titipan Allah semata, sehingga amat jauh dari sikap ujub dan takabur. Persis seperti ucapan yang terlontar dari lisan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam tatkala dirinya dianugerahi Allah berbagai kelebihan, “Haadzaa min fadhli Rabbii, liyabluwanii a-asykuru am akfuru” (QS an-Naml [271]: 40). Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku mampu bersyukur atau malah kufur atas nikmat-Nya.

Bagi orang yang hatinya bersih, semua itu tidak kalah terasa nikmatnya. Ujian dan persoalan yang menimpa justru benar-benar akan membuatnya kian merasakan indahnya hidup ini. Karena, orang yang mengenal Allah dengan baik berkat hati yang bersih, akan merasa yakin bahwa ujian adalah salah satu perangk~ kasih sayang Allah , yang membuat seseorang semakin bermutu.

Dengan persoalan akan menjadikannya semakin bertambah ilmu. Dengan persoalan akan bertambah· ganjaran. Dengan persoalan pula derajat kemuliaan seorang hamba Allah akan bertambah naik, sehingga ia tidak akan pemah resah, kecewa, dan berkeluh kesah karena menyadari bahwa persoalan merupakan bagian yang harus dinikmati dalam hidup ini.

Oleh karenanya, tidak usah heran orang yang hatinya bersih, ditimpa apa pun dalam hidup ini, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak akan pernah terguncang walaupun ombak badai saling menerjang. lbarat karang yang tegak tegar, dihantam ombak sedahsyat apa pun tidak akan roboh terkapar. Tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati. Ia amat yakin dengan janji Allah, “Laa yukallifullaahu nafsanillaa wus’ahaa” (QS al-Baqarah [2]: 286). Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Pasti semua yang menimpa sudah diukur oleh-Nya. Maha Suci Allah dari perbuatan zalim kepada hamba-hambaNya. Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti. Badai pasti berlalu. Malam pasti berganti menjadi siang. Tidak ada satu pun ujian yang menimpa, kecuali pasti akan ada titik akhirnya. Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap kemilau walaupun dihantam dengan apa pun jua.

Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai dari bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pemah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang mnenimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah.

Subhanallah, sungguh teramat beruntung siapa pun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah kalbunya.

[Bening Hati, K.H. Abdullah Gymnastiar & Basyar Isya]

MEMILIH CALON ISTERI

-Taat kepada Allah Ta?ala dan kepada suami

-Menjaga dirinya dan harta suami apabila suami bepergian

-Menyenangkan apabila dipandang suami

Allah Ta?ala berfirman: ?Wanita yang shalihah adalah yang taat kepada Allah dan kepada suaminya lagi memelihara diri ketika suami tidak ada . . . . . ? (QS. An-Nisaa?: 34)

Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Isteri terbaik adalah apabila dipandang suami ia menyenangkan, apabila diperintah ia taat dan apabila ditinggal bepergian ia menjaga dirinya dan harta suaminya.? (HR. Imam Ahmad dll dengan sanad sahih)

Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: ?Dunia adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah isteri yang shalihah.? (HR. Muslim)