renungan

hidup adalah perjuangan,,maka berjuanglah untuk masa depan,tetap semangat & jangan pantang menyerah,,,!!!!!

PONAKAN











TUJUH GOLONGAN

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Tujuh golongan yang akan Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya;
♥ Imam yang adil,
♥ Seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah,
♥ Seorang laki-laki yang hatinya bergantung kepada masjid,
♥ Dua orang yang saling mencintai karena Allah; berjumpa karena Dia dan berpisah karena Dia,
♥ Seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata : ‘Aku takut kepada Allah…’,
♥ Seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah; dia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya,
♥ Dan seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian, dan meneteslah air matanya”.
(terjemah HR. Imam Muslim rahimahullahu)

8 TANDA KALAU ANDA BERJODOH

Dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional, spiritual dan fisik antara keduanya.Hanya dengan menatapmatanya, kita akan merasakan getaran dan seolahingin terus bersamanya. Benarkah seperti itu? Lalu, apakah ada penanda lainnya agar seseorang bisa merasakan bahwa si dia jodoh kita atau bukan? Nah, agar Anda tak terus penasaran, berikut ini tanda-tanda si dia jodoh anda atau bukan.

Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda
berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain.Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut?Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya
mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.

Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda
yang tersimpan...


Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya,setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun.Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit.........Jika ya, tak salah lagi.Dialah orangnya...

Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya..Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..

Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk'di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!

Update :
Tapi semua itu tergantung ya gan, karena Cuma Allah SWT sang pencipta yang bisa memenuhi segala harapan dan impian kita. Kalo Allah SWT menghendaki, ya Why not? ya gak?

WORO - WORO

Diberitahukan kepada semua remaja yang hobi badminton,,bahwa selama satu minggu diadakan latihan badminton selama 3x,,pada hari MALAM SENIN,,MALAM KAMIS & MALAM SABTU.Dimohon kepada semua rekan-rekan yg tidak punya acara,,monggo datang ke GOR untuk latihan bersama,,ben gayeng,,katimbang ngopo nek ngomah,, nonton sinetron ndak gur marai budrek,hehehe.

karena dengan berolah raga maka jiwa & raga kita insyaAlloh juga akan sehat.
" memang kesehatan bukan segala-galanya,tapi yakinlah,tanpa kesehatan segala yg kita punya tidak akan berarti apa-apa "

ISLAM DAN DUNIA REMAJA

Islam dan Dunia Remaja. Sebenarnya apa sih hubungan islam dan dunia remaja itu? Memang ada hubunganya ya? Sebelum kita membahas itu, bagaimana sih remaja di mata Islam itu dan Islam di mata remaja itu sendiri?
 Remaja di mata Islam sudah seperti tonggak kesuksesanya, hal ini dikarenakan remaja adalah generasi penerus Islam. Jika generasi remajanya bagus dan bisa mengamalkan Islam dengan baik, maka Islam juga akan semakin tangguh. Akan tetapi bila remajanya sudah menyalahi aturan  yang telah disyari’atkan oleh Islam, dan akhlaqnya telah rusak, maka Islam juga akan mudah sekali runtuh dan tidak memiliki kekuatan. Islam di mata remaja hendaknya dijadikan panutan dan tuntunan dalam menjalani hidup, karena apabila remaja menjalankan syari’at Islam dengan sebagaimana mestinya, maka muncullah generasi muda penerus perjuangan Islam yang handal dan Insyaallah diridhoi oleh Allah.
Islam dan dunia remaja memiliki keterkaitan yang sangat erat. Islam telah mengatur segala perilaku, etika pergaulan, adab berpakaian, serta adab-adab remaja dalam Al-Qur’an serta sunnah Rasulullah. Namun di zaman ini banyak kita temui remaja yang mengalami krisis moral. Beragama Islam namun akhlaqnya tidak mencerminkan Islam sama sekali, Na’udzubillah. Mereka mengaku Islam, bahkan KTPnya pun Islam namun berkelakuan berandal, kriminal, judi, pergaulan bebas, dll. Oleh karena itu Islam mengatur kehidupan remaja agar tidak terjerumus kedalam kemaksiatan.
Berbanggalah menjadi remaja Islam jangan malah minder dengan agama kita sendiri, atau malah takut dibilang gak gaul dan nggak modern. Itu salahnya sangat besar. Yuk, kita interospeksi diri, evaluasi diri, dan tentu saja segera sadar kalo kita udah salah jalan. Balik arah kembali kepada Islam yang emang menjadi agama kita. Jangan sampe deh kamu ngakunya muslim tetapi banyak dari ajaran Islam malah kamu nggak lakuin. Ngakunya muslim tetapi kamu malah minder dengan status muslimmu. Kita bisa kok menjadi seorang remaja yang gaul tapi tetap syar’i. Remaja yang gaul itu bukan berarti remaja yang bisa nangkring di atas motor matic, rambut dibiarkan terjepit kucir acak acakan, baju serabutan, nabrak warna dan bahan, anting gede banget, mirip sama sekrup toko bangunan, trus belum lagi niru gaya hidup orang barat yang sangat bebas tanpa aturan, gaul juga bukan juga diukur dari segi penampilan, karena Rasulullah sendiri mengajarkan kita untuk hidup secara sederhana, akan tetapi remaja Islam yang gaul itu adalah remaja yang dapat sukses dunia akhirat. Senengkan kalau dunia sukses, dan akhiratpun sukses. Meskipun masih remaja kita harus bisa menjaga perilaku kita dan menghindari perbuatan yang dapat menjerumuskan kedalam kemaksiatan serta banyak mendekatkan diri kepada Allah.
Hendaklah waktu remaja kita digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti mencari ilmu, banyak menghafal surah Al-Qur’an, banyak beribadah, dll. Pokoknya jadilah remaja yang produktif, yang berprestasi tidak hanya berprestasi di bidang akademis saja, namun dapat berprestasi dibidang akhlaq, berbaktilah kepada orang tuamu karena itu adalah kunci kesuksesan kita. Jangan gunakan waktu muda kita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan hanya membuang-buang waktu saja. Saat ini banyak kita temui remaja yang memiliki ‘penyakit’ Galau (Hayoo.. siapa yang suka Galau,,), bersedih hati, bermurung-murung ria entah mungkin karena putus cinta ataupun karena ditolak sama orang yang dicintainya terus gag punya semangat lagi dan lebih seneng menyendiri, dan sedih terus-terusan. Bro, sist,  sebenarnya kita tidak perlu bergalau-galau dan terus-terusan bersedih, lagipula kamu harusnya bersyukur karena dengan putus cinta atau ditolak, kamu bisa lebih intropeksi diri, karena dengan begitu, kamu tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan yang dilarang oleh Allah seperti pacaran. Sob, pacaran dalam Islam itu sebenarnya tidak diperbolehkan, karena itu mendekati zina. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32).
Ibnu Katsir berkata mengenai ayat di atas, “Dalam ayat ini Allah melarang hamba-Nya dari zina dan dari hal-hal yang mendekati zina, yaitu segala hal yang menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada zina.”
Sehingga pacaran itu tidak boleh dalam Islam karena mendekati zina. Terus belum lagi pacaran itu butuh materi sehingga bikin kantong kering,  Lagipula pacaran dapat mengganggu konsentrasi belajar kita kok! Percaya deh, lebih banyak madharatnya dibandingkan manfaatnya.
Sob, sebenarnya jika kita ingin mencari cinta sejati, cinta yang paling sejati adalah Allah SWT. Allah mencintai kita apabila kita juga mencintai-Nya. Allah selalu melindungi kita dan selalu membantu kita dalam kesulitan. Maka, ayo perbagus imanmu agar senantiasa bisa memfilter berbagai ide yang bertentangan dan bahkan menentang Islam. Iman kepada Allah SWT. insyaallah akan memberikan ketahanan kita terhadap hal-hal yang bisa merusak akidah, juga dengan iman yang kuat akan bisa membentengi diri dari hal yang melanggar syariat Islam. Janganlah selalu bersedih hati. Mumpung masih muda, galilah potensi dirimu, kembangkan bakatmu, perbanyaklah bersyukur dan menuntut ilmu. Jadilah remaja yang produktif, Tetap Gaul tapi Syar’i. Ok.

PUISI JAWA

Ing Pucuking Giri Rinangkul Ratri

Wengi nyenyet
sumilir angin dalu angrantu
ugo gegodhongan lan sato kewan
satemah memuji kinanthi kidung suwung
ngebaki roso kang wus sawetoro
sirno sangking aran manungso
namung wadag kang njugrug katon
koyo gunung kang gundhul tanpo wit-witan
sajroning wengi kang sepi
munggah jumangkah sapucuking giri
mencorong katon kadyo kedhaton
ngaw- awe datan kemlambe
Rabi’ah hyo narpendah
nggugah roso enggal jumangkah
semendhal sajroning ati
mbrebes mili ngajak enggal bali
ndherekke pepujaning ati
mring pangayunaning gusti
lumayu aneng pucuking giri



Kendeng Koyo Ambeng


Nagari kang kawentar ing pangucap
gemah aripah toto tur raharjo
nanging sanyatane mung aran
toto tingalono
tentrem mlempem
kerto tumraping sopo
raharjo kanggone durjono
sawah pategalan dadi rebutan
antarane aktivis lingkungan
dadi pacelathon lan rerasan
gunung Kendeng koyo ambeng
podho reroyokan murih seneng
ora mrayogi kadang tani
sumber-sumber sing padha mati
pengusaha lan panguwoso atine mati
dhuh Gusti kawulo satemah memuji
karaharjan kawibawan kang sejati
nagari kang kawentar gemah aripah loh jinawi
panjang dowo pocapane
punjung luhur kawibawane
ora mung ono lambe


Wengi Kang Cinidro

Rinengkuh dening wengi kang atis
mamring tanpo lintang lan rembulan
peteng dhedhet lelimengan
ora koyo wingi uni
ing wengi kang pungkasan
tak aras pipimu
lan tak kanthi tanganmu
sutro putih kang wus ginelar
katiup angin wengi lir kadyo
tangan widodari ngawe awe
katon wus sirno ing sabar
nganti aku lan sliramu campuh ing roso
nyawiji tunggal roso kinanthi kidung asih
lembar mboko lembar nganti ora kasariran
enggo oncat jiwo kagiring roso
ngulandoro mring kayuwanan
campuh ing roso luluh sampyuh
sirno sampurno nunggal roso
nyawiji siji musno rogo ugo donyo
gumregah langkah mijil janji
ora bakal ninggal mboko siji
wengi kang nganthi aku ugo sliramu nyawiji
nanging jebul janji
kagulung rerupek ati
godo samirono wewangen donyo
wit witan wengi iki katon ngece
kepingkel gumuyu ningali pasuryanmu
kang katon suwung rinangkul pedhut
samar ngemu pitakon
ngelingake janji setyo tuhu
marang wengi kang cinidro


Dewi Kapan Anggonmu Bali


Binarung swaraning gegodhongan
katiyup angin sore
manuk-manuk katon ngiring tejo ing angkoso
bali mulih ono pangiyupane wit gedhe
sepuluh tahun kepungkur
ing bangku taman pojok deso
dadi seksi naliko aku ngucap janji
bakal gegandhengan reruntungan
ing alam bebrayan tumekaning alam kelanggengan
taman iki sepi mamring
mung aku lan roso tresnaku
ugo wewayangan kang sesliweran
nambah soyo petenging atiku
tanpo ukoro tanpo prakoro
sliramu tego nyulayani janji suci
kang tansah tak ugemi
lungamu tanpo paran datan pamitan
sepuluh tahun anggonku ngenteni
dak rewangi kulak warto adol pangrungu
nanging koyo gondho arum rambutmu
kang campuh ing roso sirno ing wujud
lungamu ora bali tumekaning wektu iki
tumekaning pati bakal tak anti
ora bakal sun nyulayani janji

Dewi Pepujaning Ati

Tumetesing embun wengi iki
ora koyo wingi uni
naliko tanganmu tak kanti
miyak petenging ratri
ora kroso luh tumetes ing dadaku
nganti teles kebes ngrasakake
ringkihing ati rogo lan jiwa amargo
rumongso tansah kagodo gumebyaring donyo
duh katresnanku lilanono
aku lungo ngupadi pepadhanging ati
tumungkul nyawiji mrih rahayu jati
ora mung lamis ing sak kebaking lambe
Dewi lilanono
aku pasrah sumarah
karono rumongso wirang
tansah memuji mring gusti
nanging mung ono pucuking lati.
luhmu tumetes ngebaki dadaku kang matu
ewuh oyo pambudimu duh katresnanku
sabar anggonmu leladi ngupadi kamulyan jati
gawang gawang katon pasuryanmu
byar sumunar dadi pepadhanging atiku
peteng gumeleng lelakonku
tanpo sliramu kang tansah dadi pepujanku
Dewi, lungaku ngupadi pepadahang dalan
waluyo jati, jati temah nirmolo.


KENYO NINDYO ING WARNO

lagi wae tumeko tego pamit lungo

mung sasuwene ambarengi condro
nanging arikalane abyor ing cahyo
luwih sampurno tinimbang padhange rembulan
kang mung telung dino ing kasampurnan
durung pupus anggonku mandeng
soho cacedhakan marang sliramu
lan nalikane durung biso ngrasa'ake
yen tekamu ing sandhingku kasunyatan
ugo kangen ono dhodhoku iki yo temenanan
sliramu pamit arep bali
krono wus tumekane titi wanci
namung ninggalake arum gondho melati
sangsoyo gawe sumendhal sajroning ati
dhuh… kenyo kang nindyo ing warno
kapan maneh anggonmu tumeko
nambani tatu kang ono dhodho
karono
mung esemmu kang biso dadi
tombo sakehing leloro



KAGODHO GUMELARING TEJO

mecaki dalan-dalan kang dowo ngalelo
ngulandoro ono koco-koco purwo ing dalan iki rasaku ugo rasamu
kagowo lumayune rodho
ono roso kangen kang nyirep moto
kinanthi gemulunging samudro
kang dumadakan tuwuh ono dhodho
nanging kang dakkanthi iki
dudu sliramu kang tak tresnani
yekti wadon liyo kang kinuswo
ombak segoro soho pangelusing samirono
wus ginurit sajroning buku kang cinidro
nututi playune samirono karono
pangangenmu kang ngulandoro
mupus kekesing mego-mego
kagodho gumelaring tejo-tejo
ing akoso


Tinemu Ing Sajroning Roso

ojo kagodho gumebyaring kahanan
soho reridhu wewayangan
pangeluse samirono kang ngemu sanepo
terwoco ing netro
cetho ing talingo
biso ugo mung samudono
ananging roso kang ono dhodho
tinemu ing sajroning gendhing
siyang ratri kang tansah ngiring
soho tembang dolanan
bocah bocah kang gegojegan
ing sapinggire bengawan


WANCINE SENGORO TINARBUKO

Angin sore miyak gegodhongan soho
kembang-kembang kang ono pendhopo
pepaesing kang pinuju muruhito
binarung swaraning poro putri
kekidungan ono ing taman sari
ngelingake wanci ratri purnomo sidi
byar padhang rembulane
wancine kloso soho ubo rampe
ginelar ing oro-oro sengoro
ati kang tinarbuko
supoyo padhang jingglang
oro-oro samun kang kebak
watu-watu soho sato galak
wancine sengoro tinarbuko


Marang Sliramu Dak Titipke Wengi Iki

Pamintaku marang sliramu
pocapane biyen arikalane podho ngangsu
satengahing oro-oro mongso ketigo
songko sepuh naliko paring dhawuh
anggowo kranjang moto ero
reruntungan golek banyu towo
ewuh ayo pambudine poro manungso
ora rumongso anggone kesel ora guno
panase donyo ora diroso
ugo sakehing godho rencono
nanging tumekane candhik olo
pandeng pinandeng ngemu suroso
enggo madyaning ratri
durung tinemu opo kang digolek'i
suworo tanpo rupo dhawuh nyawiji
mring sakabehing ati kang podho marsudi
jumbuh dhawuh poro sepuh
ing kawitan langkah niat jumangkah
marang sliramu dak titipke wengi iki


Mring Ati Kang Wingit Kebak Sesingker

Ngulandoro ing akoso
rinengkuh mego-mego terwoco
sliramu wus tumlawung keduwung
nanging ora ngerti ngendi dalan bali
mring donyo sawiji kang sejati
luh kang tumetes kembeng ono netro
sayekti mung lamis gawe memanis

wengi iki ora bedo wengi kawuri
rikolo aku lan sliramu ngudo roso
miyak ratri jumangkah tetirah
tangismu kang mijil soko ati
rumongso kesrakat prasasat
gilar-gilar gumebyar madhangi
saindhenging wengi kang sepi

wengi iki kartiko ing akoso
katon pucet tanpo greget
sangsoyo gawe ati perih ringkih
karono ora biso ngajak sliramu
bali ninggal bebendu
soho bebarengan maneh ngrasak'ake
banyu towo kang enggo wektu iki
tak simpen ono telenging dhodho


Sirno ono Ngendi Arum Gondho Melati

tumekane ratri ninggalake wengi
durung tinemu gondho wangi kang dak golek'i
tumlawung roso kang ngulandoro ing akoso
angrantu ing wengi kang bakal tumeko
wanuh wani anggolek'i
wewangen kang nyirep ati
kadyo wingi kawuri
nadyan tumekane wengi iki
durung dak mangerteni
sirno ono ngendi arum gondho melati


Kaendahan Kuwi Aran Sepi

Ngubengi lurung lurung suwung
bumi wingit kang kebak sinengker
ngupadi gondho arum wewangen
kang nate mampir ing pangeling
jejogedan pindho widodari
kang tumurun kairing kidung sonyaruri
mbarengi rembulan kang lagi ndadari
sumeblak sampur nyebar arum
gondho melati soho wewangen
kang ora nate dak mangerteni
miyak gondho bacin kang kagowo
angin sore soko lurung-lurung suwung
oro-oro samun
opo yo wangi iki kang sinebut wahyu suci
koyo pocapane poro sepuh kang titi
gati mring kang wujud soho sirri
nanging tumekane wengi kaping telu
ora tinemu nadyan mung wewayangan
kaendahan kang wingi nemahi


Lintang Panjer Wengi Kang Dadi Seksi

Katon kemelip ing akoso
sumunar padhang pasuryanmu
kaapit mego-mego maneko warno
soho lintang lan rembulan
embuh tumeko kapan
angin wengi iki tansah ngancani
anggonku kukuh ngugemi janji
tansah reruntungan lawan sliramu
ngubengi saindhenging wengi
kang nate cinidro ing godho
suworo rikuh gambuh
campuh angreridu
satengahing sembah tetirah
ugo ing wengi sepi iki
rikolo aku lan seliramu
netepi suko lawan padu
sanajan pisah ing wujud
nanging rasaku lan rasamu
tansah rinakut nyawiji
satengahing godho rencono
suworo-suworo kang ngoyoworo
angreridu kadyo gludug tanpo udan
ing kanan lan kering
aku bakal setyo tuhu
mring seliramu netepi janji
sineksen lintang panjer wengi

PITUTUR JAWA

1. MANUSIA DINILAI DARI PERBUATANNYA;
Ajining manungsa iku kapurba ing pakartine dhewe, ora kagawa saka keturunan, kepinteran lan kasugihane. Nanging gumantung saka enggone nanjakake kapinteran lan kasugihane, sarta matrapake wewatekane kanggo keperluan bebrayan. Kabeh mau yen mung katanjakake kanggo keperluwane dhewe, tanpa paedah.
TERJEMAHAN:
Nilai seorang manusia ditentukan oleh perbuatannya sendiri, tidak dibawa melalui keturunan, kepandaian dan kekayaannya. Tetapi bergantung bagaimana dia menerapkan kepandaian, kekayaan dan wataknya dalam bermasyarakat. Semua kalau diarahkan untuk kepentingan sendiri tidak akan bermanfaat.
2. ORANG MENARIK: BUKAN DARI PAKAIAN;
Reseping sarira ora marga saka pacakan kang edi-peni, nanging gumantung ing sandhang penganggo kang sarwa prasaja, trapsilaning solah bawa lan padhanging polatan.
TERJEMAHAN:
Seseorang menarik bukan karena pakaian yang indah melainkan terletak pada kesederhanannya, sopan santunnya dan cerahnya wajah.
3. DALAM MELANGKAH DAN BEKERJA: TELADANI AIR;
Saben tumindak sejangkah ngiloa marang kinclong-kinclonge banyu samudra sing suthik kanggonan sangkrah, jalaran sakehe uwuh mesti disingkirake minggir. Saben makarya sapecak, tuladhanen pakartine banyu tritisan, nadyan tumetes mbaka satetes, ditindakake kanti ajeg kaconggah mbolongake watu sing atose ngluwihi waja.
TERJEMAHAN:
Setiap berjalan satu langkah, bercerminlah pada gemerlapnya air samodera yang tidak mau ketempatan sampah, karena semua kotoran senantiasa disingkirkan kepinggir. Setiap langkah dalam pekerjaan, teladanilah perilaku air dari talang. Walaupun menetes satu tetes demi satu tetes mampu melobangi batu yang lebih keras dari baja.
4. MAU MENURUTI PERINTAH DAN NASIHAT;
Aboting abot iku ora kaya yen kudu nuruti prentah lan pitutur. Pahit lan ngrekasa dikaya ngapa prentah lan pitutur iku prayoga dilakoni. Kowe mesti bakal nemu barang legi sing ora klebu ing petunganmu, ing suwalike barang pahit mau, Pancen luwih prayoga pahite dhisik tinimbang legine. Awit bisane kowe ngrasakake legi iku rak marga kowe wis ngrasakake pahit. Bisa ngrasakake kabungahan marga kowe wis ngalami nandang kasusahan.
TERJEMAHAN:
Hal yang paling berat diantara yang berat adalah keharusan mengikuti perintah dan nasihat. Bagaimanapun pahit dan beratnya, sebaiknya perintah dan nasihat itu diikuti saja. Kamu pasti akan menemukan sesuatu yang manis di luar perhitunganmu dibalik barang yang pahit itu. Bukankah lebih baik merasakan pahit dahulu sebelum manisnya? Kamu bisa merasakan manis itu kan setelah tahu rasanya pahit. Demikian pula kamu bisa merasakan kesenangan karena kamu pernah mengalami kesusahan.
5. MAU MINTA PENDAPAT ORANG;
Wong pinter kang isih gelem njaluk rembuging liyan iku dianggep manungsa wutuh. Sapa sing rumangsa pinter banjur suthik njaluk rembuging liyan kuwi manungsa setengah wutuh. Lan sing sapa ora gelem njaluk rembuging liyan, iku bisa kinaran babar pisan durung manungsa.
TERJEMAHAN:
Orang pandai yang mau meminta pendapat orang lain bisa dikatakan manusia utuh. Yang merasa pandai kemudian enggan meminta pendapat orang lain adalah manusia setengah utuh. Kemudian siapapun yang tidak mau minta pendapat orang lain bisa dikatakan samasekali belum menjadi manusia.
6. JANGAN TERLALU MUDAH MOHON PETUNJUK;
Wong kang kerep dipituturi wong liya iku adate bisa dadi wong kang ngati-ati, nanging menawa kapengkok ing perlu sok ora bisa tumindak lan ngrampungi dhewe. Kepeksa isih kudu noleh marang wong liya sing diwawas bisa aweh pituduh. Mula kuwi prayoga ngawulaa marang ati lan kekuwatanmu dhewe, jalaran sejatine yen ana apa-apane, wong liya iku mung saderma nyawang, ora melu ngrasakake.
TERJEMAHAN:
Orang yang sering diberi nasihat oleh orang lain biasanya menjadi orang yang hati-hati, tetapi kalau dihadapkan pada sesuatu sering tidak bisa memutusi sendiri. Terpaksa masih harus berpaling kepada orang lain yang dipandang mampu memberi petunjuk. Oleh sebab itu, sebaiknya berpeganganlah pada hati dan kekuatanmu sendiri, karena sebenarnya kalau terjadi sesuatu maka orang lain hanya sekedar melihat tanpa ikut merasakan.
7. JANGAN GAMPANGAN DAN MENGANGGAP ENTENG APA SAJA;
Sapa kang nganggep apa bae gampang, mesti bakal nemu akeh rubeda. Sapa kang gampang janji ya dheweke kang arang netepi.
TERJEMAHAN:
Siapa yang menganggap apa saja mudah, pasti akan banyak menemukan masalah. Siapa yang gampang janji, dialah yang jarang menepati janji.
8. JANGAN MENUNDA PEKERJAAN;
Sarupane pakaryan kang wis kok yakini beciking asile tumuli enggal katindakna, aja ngenteni liya wektu. Jer kekencengan sarta kekarepan iku yen diendhe-endhe ora mundhak kuwate. Nanging malah mundhak ringkih lan bisa uga ilang dayane. Sipat seneng ngendhe-endhe iku mujudake dalan kang anjog marang watak ora antepan lan kesed, sungkan ing gawe sing tundhone dadi tanpa aji urip ing bebrayan.
TERJEMAHAN:
Semua pekerjaan yang sudah kau yakini manfaat dari hasilnya, hendaknya segera dilaksanakan, jangan ditunda. Niat dan tekad kalau ditunda-tunda tidak akan bertambah kuat. Justru menjadi semakin lemah bahkan hilang kekuatannya. Sifat suka menunda-nunda merupakan jalan menuju watak tidak tetap dan malas. Malas bekerja membuat kita tidak berharga dalam kehidupan bermasyarakat.
9. MAMPU MENYIMPAN RAHASIA DAN TIDAK INGIN TAHU RAHASIA ORANG LAIN;
Sarupaning wewadi sing ala lan becik yen isih mbok keket kanti remiting ati salawase tetep dadi batur. Nanging yen mbok ketokake sathithik bae bakal dadi bendaramu.Nyimpen wewadine dhewe bae abot, apa maneh yen nganti pinitaya nggegem wewadining liyan. Mula saka iku aja sok dhemen meruhi wewadining liyan. Mung bakal nambahi sanggan sing sejatine dudu wajibmu melu ngopeni.
TERJEMAHAN:
Semua rahasia yang baik maupun buruk kalau tetap kau simpan dalam hati selamanya akan tetap menjadi budakmu. Sebaliknya kalau kau buka sedikit saja maka akan menjadi tuanmu. Menyimpan rahasia pribadi saja berat apalagi kalau dipercaya menyimpan rahasia orang lain. Oleh sebab itu jangan suka mengetahui rahasia orang lain. Hanya akan menambah beban yang sebetulnya bukan kewajibanmu untuk memeliharanya.
10. SUKSES: JANGAN HILANG KEWASPADAAN;
Wong kang kinaran “sukses” yaiku: Wong kang wis ngetog kadibyane, ngudidaya nganti kecandhak gegayuhan lan idham-idhamane kang laras karo pepenginane. Tekane “sukses” durung ateges tamating crita, nanging malah kudu tansah luwih waspada, prayitna lan ngati-ati. Jalaran adhakane wong sing wis “sukses” banjur kurang kaprayitnane, sembrana lan gumampang ing sabarang tumindake, kang luput sembire bisa klenggak.Mula “sukses” iku anggepen kayadene sawijining pandadaran kanggo lestarining panggayuh becik.
TERJEMAHAN:
Orang sukses yaitu: Orang yang sudah mengeluarkan semua kemampuannya dan berupaya sampai tercapai harapan dan keinginannya sesuai yang dicita-citakan. Tercapainya sukses bukan berati akhir ceritera, justru harus lebih awas, waspada dan hati-hati. Mengingat sering kejadian setelah sukses orang menjadi kehilangan kewaspadaan, sembrono dan menganggap enteng segala sesuatunya sehingga berakibat fatal. Oleh sebab itu anggaplah sukses sebagai pelatihan demi kelestarian cita-cita yang baik.
11.  WASPADA DENGAN IMING-IMING;
Wong kang ringkih iman lan batine bakal gampang dadi jujugane durjana apus-apus kang pating sliwer golek mangsan. Pirang-pirang wong kang kaselak percaya rembug pangiming-iming ora pinikir bakal kedadeyane ing tembe. Wusanane nandhang kapitunan lan kena ing apus. Mula ditansah waspada, aja lirwa ing kaprayitnan.
TERJEMAHAN:
Orang yang ringkih iman dan batinnya akan mudah jadi target penipu yang berkeliaran mencari mangsa. Banyak orang yang terlalu cepat percaya iming-iming tanpa dipikir apa yang akan terjadi di belakang hari. Akhirnya mengalami kerugian dan tertipu. Oleh sebab itu selalulah waspada. Jangan kehilangan kewaspadaan.
12.  PUJIAN: TIDAK SEMUDAH ITU DIDAPAT;
Sapa wonge sing ora seneng yen entuk pangalembana. Nanging thukuling pangalembana iku ora gampang. Kudu disranani pakarti kang becik lan murakabi tumraping wong akeh. Yen mung disranani bandha, pangalembanane mung kandheg ing lambe bae, ora tumus ing ati. Dene yen disranani panggawe kang lelamisan, ing pamburine bakal kasingkang-singkang, disingkirake saka jagading pesrawungan.
TERJEMAHAN:
Siapa orang yang tidak senang menerima pujian. Tetapi untuk memperolehnya tidaklah mudah. Harus dibekali perilaku baik yang bermanfaat untuk orang banyak. Kalau hanya berbekal harta, pujian hanya berhenti di bibir, tidak sampai ke dalam hati. Demikian pula kalau bekalnya perilaku yang “lamis” di belakang hari akan dimaki-maki dan disingkirkan dari dunia pergaulan.
13. KEHORMATAN: AKAN DATANG SENDIRI, TAK USAH DIBURU;
Yen kepengin diajeni liyan, aja sok dhemen marta-martakake, apa maneh nganti mamerake kabisan lan kaluwihanmu. Pangaji-ajining liyan iku sejatine bakal teka dhewe, ora perlu mbok buru. Nuduhake kawasisan pancen kudu bisa milih papan lan empan. Mula kang prayoga kepara purihen aja kongsi wong liya bisa njajagi. Nanging mangsa kalane ngadhepi gawe-parigawe keconggah mrantasi.
TERJEMAHAN:
Bila ingin dihormati orang lain jangan suka memberitahukan kesana kemari apalagi kemampuan dan kelebihanmu. Penghormatan dari orang lain sebetulnya tidak perlu dikejar karena akan datang sendiri. Menunjukkan kelebihan harus empan papan, tahu kapan dan bagaimana caranya. Sebenarnya lebih baik jangan sampai orang bisa meraba kemampuanmu, tetapi kalau diperlukan kamu bisa mengatasi. (Bersambung Ke Bagian No. 02 - Soal KELUH KESAH, KERAGUAN DAN KESENGSARAAN)
KESIMPULANYA:
Tidak kita ingkari bahwa manusia hidup mencari kalau tidak mengejar “drajat, semat dan kramat”. Hanya perlu diingat bahwa manusia dinilai dari perbuatannya, bukan dari pakaian atau yang serba lahiriyah lainnya. Dalam bekerja manusia hendaknya meneladani ketekunan air yang pelan-pelan mampu melobangi batu. Harus mau mengikuti petunjuk dan perintah atasan, mau mendengar saran orang lain, tetapi tidak terlalu sering memohon petunjuk maupun menganggap enteng suatu masalah. Dengan demikian pekerjaan tidak akan sering tertunda atau terhambat.
Dalam melaksanakan tugas, kita harus mampu menyimpan rahasia termasuk tidak ingin tahu rahasia orang lain. Setelah sukses jangan kehilangan kewaspadaan. Hati-hati dengan iming-iming. Bekerjalah dengan baik karena pujian tidak segampang itu kita peroleh sehingga tidak perlu kita kejar. Kehormatan justru akan datang sendiri tanpa diburu.

EDISI REWANG























PETUALANG