renungan

hidup adalah perjuangan,,maka berjuanglah untuk masa depan,tetap semangat & jangan pantang menyerah,,,!!!!!

CARA MEMBUAT TULISAN BERJALAN

Bagaimana cara membuat tulisan berjalan? Tulisan atau teks berjalan ataurunning text ini biasa juga kita sebut marquee, karena untuk membuatnya menggunakan kode marquee. Tulisan ini bisa membuat blog anda terlihat lebih menarik bagi pengunjung.

Untuk membuat tulisan berjalan atau Marquee ini sebenarnya sangat mudah. Kali ini kita akan mencoba membuat beberapa jenis marquee, agar lebih banyak variasi yang bisa anda pilih. Terlebih dulu kita akan belajar membuat kodenya, lalu belajar cara memasangnya pada blog....

Kode dasar untuk membuat marquee atau teks berjalan adalah....
 <marquee>TULISAN YANG AKAN BERGERAK</marquee>

Kode di atas akan terlihat seperti ini:
TULISAN YANG AKAN BERGERAK
 
Tapi selain kode di atas ada beberapa tambahan kode yang bisa anda berikan untuk membuat variasi dari marquee. Di bawah ini kita akan berikan kodenya dan sekaligus mempraktikkan marquee tersebut....

kode scrolldelay="angka" digunakan untuk mengatur jeda dalam milidetik, jadi untuk jeda 1 detik masukkan nilai 1000
Contoh kode marquee:
<marquee scrolldelay="500">RUNNING TEKS DELAY 0,5 DETIK</marquee>
Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:
RUNNING TEKS DELAY 0,5 DETIK

kode loop="angka|-1|infinite" digunakan untuk mengatur pengulangan atau repetisi dari marquee
Contoh:
<marquee loop="3">MARQUEE BEROTASI 3 KALI SAJA</marquee>
Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:
MARQUEE BEROTASI 3 KALI SAJA
Keterangan: Setelah 3 kali teks akan hilang.

kode width="lebar" digunakan untuk mengatur lebar media teks berjalan, bisa dalam satuan pixel atau persen dari bidang yang ada
Contoh kode:
<marquee width="50%">MARQUEE LEBAR 50 PERSEN</marquee>
Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:
MARQUEE LEBAR 50 PERSEN

kode bgcolor="warna" digunakan untuk memberikan warna latar pada marquee jika diperlukan
Contoh kode marquee:
<marquee bgcolor="yellow">RUNNING TEXT LATAR KUNING</marquee>
Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:
RUNNING TEXT LATAR KUNING


kode title="pesan" digunakan untuk memunculkan pesan jika kursor mouse diletakkan di jalur teks berjalan
Contoh kode:
<marquee title="BISA TERBACA PESANNYA">TEKS BERJALAN DENGAN PESAN</marquee>
Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:
TEKS BERJALAN DENGAN PESAN
Keterangan: Taruh kursor mouse pada jalur dan bukan pada teks untuk membaca pesan

kode scrollamount="angka" digunakan untuk mengatur kecepatan pergerakan tulisan semakin besar angkanya semakin kencang
Contoh kode:
<marquee scrollamount="14">MARQUEE SPEED 14!!!</marquee>
Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:
MARQUEE SPEED 14!!!

kode direction="left/right/up/down" digunakan untuk mengatur arah pergerakan running text
Contoh kode:
<marquee direction="right">MARQUEE BERGERAK KE KANAN</marquee>
Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:
MARQUEE BERGERAK KE KANAN

kode behavior="scroll/slide/alternate" digunakan untuk mengatur type pergerakan
Scroll jika ingin teks bergerak terus ke suatu sisi dan muncul dari sisi lain
Slide jika ingin teks bergerak sekali kemudian berhenti dan diulangi lagi
Alternate jika ingin teks terlihat memantul/bouncing dari ujung kembali ke ujung.
Contoh kode:
<marquee behavior="alternate">MARQUEE BERGERAK BOLAK-BALIK</marquee>
Hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini:
MARQUEE BERGERAK BOLAK-BALIK
    Sekarang kita akan coba membuat variasi dari kode di atas. Kita akan membuat teks ini bergerak turun dan oleh karena itu kita perlu menambah kode height untuk membuat ruang pergerakan teks;
    Contoh kode:
    <marquee direction="down" height="100">MARQUEE BERGERAK KE BAWAH</marquee>
    Hasilnya...
    MARQUEE BERGERAK KE BAWAH

    Lalu bagaimana caranya membuat tulisan ini berhenti jika dilintasi kursor mouse?
    Mudah, silahkan tambahkan kode
    onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()"
    Contoh kodenya seperti berikut:
    <marquee behavior="alternate" onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()">MARQUEE BERGERAK BOLAK-BALIK</marquee>
    Tampilan akhir akan terlihat seperti berikut....
    MARQUEE BERGERAK BOLAK-BALIK
    Keterangan: Silahkan lintaskan kursor pada jalur ataupun teks untuk menghentikan pergerakan

    Bisakah Marquee diberi link? 
    Tentu saja, sebagai contoh lihat kode berikut:
    <marquee direction="down" height="100" onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" scrollamount="4">
    <a href="http://trikmudahseo.blogspot.com/2012/09/cara-membuat-tulisan-berjalan-marquee.html">CARA MEMBUAT TULISAN BERJALAN (MARQUEE)</a>
    </marquee>  
    Tampilan akhir akan terlihat seperti berikut....

    CARA MEMBUAT TULISAN BERJALAN (MARQUEE)


    Demikianlah berbagai ragam cara untuk membuat teks berjalan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi alternatif bagi anda dalam menghias blog menjadi lebih menarik. Silahkan bereksperimen untuk meramu kode-kode di atas.

    Mengubah Huruf, Warna dan Ukuran Huruf Teks Berjalan Marquee

    Jenis huruf dan ukuran bisa diubah dengan menambahkan kode style="font-family: impact; font-size:24px; color: #cc0000;"

    font-family: impact; adalah kode untuk mengubah jenis huruf. Jika anda tidak suka dengan font impact, silahkan diganti dengan Arial, Times New Roman, dan lain-lain

    font-size:24px; adalah kode untuk mengatur ukuran huruf. Ubah nilai 24 sesuka hati anda. Semakin besar nilainya, maka semakin besar juga hurufnya.

    color:#cc0000; adalah kode untuk mengatur warna huruf. Silahkan mengganti kode hex #cc0000 dengan nilai hex yang anda suka.

    Contoh kodenya:
    <marquee bgcolor="yellow" style="font-family: impact; font-size:24px; color:#cc0000;" >RUNNING TEXT LATAR KUNING</marquee>

    Contoh tampilan:
    RUNNING TEXT LATAR KUNING

    Lalu bagaimana cara memasang kode-kode ini?
    Saudara bisa memasang kode yang sudah dibuat pada dua tempat, yaitu widget dan artikel:
    Untuk memasang pada widget silahkan ikuti langkah berikut:
    • Buka menu Tata Letak / Layout
    • Klik Tambah Gadget
    • Pilih gadget HTML/JAVASCRIPT
    • Masukkan kode yang sudah dibuat
    • Simpan perubahan pada gadget
    Untuk memasang pada artikel ikuti langkah berikut:
    • Saat menulis artikel masuk ke mode HTML
    • masukkan kode HTML marquee saat berada di mode ini
    • Kembali ke mode Compose untuk melihat apakah posisi teks sudah benar
    • Klik PRATINJAU untuk melihat versi web aktif
    Ok, sekarang anda sudah tahu cara membuat dan memasangnya. Berarti saudara sudah bisa bereksperimen sendiri untuk menghias blog menjadi lebih menarik.... Jadi sekian dulu artikelnya, terima kasih sudah mampir..

    KIAT MENJAGA LISAN

    KIAT MENJAGA LISAN
    -----------------------------
    Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan luput dari pendengaran Allah. Tiada satu patah katapun yang diucapkan kecuali pasti memakan waktu. Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan kecuali dengan sangat pasti harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Maka, sebaik-baik dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang sangat mampu memperhitungkan dan memperhatikan setiap kata yang diucapkannya. Sungguh, alangkah sangat beruntungnya orang yang menahan setiap kata-kata yang diucapkannya, alangkah sangat beruntungnya orang yang menahan diri dari kesia-siaan berkata dan menggantinya dengan berdzikir kepada Allah.
    Berkata sia-sia membuang waktu sedangkan berpikir membuka pintu hikmah. Maka, alangkah beruntungnya orang yang kuasa menahan lisannya dan menggantinya dengan berdzikir. Berkata sia-sia mengundang bala, berdzikir kepada Allah mengundang rakhmat. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma'ruf dan nahi munkar serta berdzikir kepada Allah azza wa Jalla (HR. Turmudzi).
    Setiap manusia diberi modal oleh Allah dalam mengarungi kehidupan ini. Modalnya adalah waktu, dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang memanfaatkan waktunya untuk keuntungan dunia dan akhiratnya, sedangkan sebodoh-bodohnya manusia adalah orang yang menghambur-hamburkan modalnya (waktu) tanpa guna.
    Setiap kali kita berbicara pasti menggunakan modal kita, yaitu waktu. Maka, sebenarnya kemuliaan dan kehormatan itu dapat dilihat dari apa yang diucapkannya. Allah SWT berfirman :
    "Amat sangat beruntung, bahagia, sukses, orang yang khusu' dalam sholatnya, dan orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh menahan diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia." (QS Al Mu'minun 23: 1- 3), subhanallah.
    Sahabat-sahabat sekalian, salah satu ciri martabat keislaman seseorang itu bisa dilihat dari bagaimana ia berjuang keras untuk menghindarkan dirinya dari kesia-siaan. Maka semakin kita larut dalam kesia-siaan maka, akan semakin tampak keburukan martabat keislaman kita dan semakin akrab dengan bala bencana, yang selanjutnya hati pun akan keras membatu dan akan lalai dari kebenaran. Rasulullah sendiri dengan tegas melarang kita banyak bicara yang sia-sia.
    "Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras." (HR. Turmudji)
    Kita lihat banyak orang berbicara tapi ternyata tidak mulia dengan kata-katanya. Banyak orang berkata tanpa bisa menjaga diri, padahal kata-kata yang terucapkan harus selalu dipertanggung-jawabkan, yang siapa tahu akan menyeretnya ke dalam kesulitan. Sebelum berkata, kita yang menawan kata-kata, tapi sesudah kata terucapkan kitalah yang ditawan kata-kata kita.
    Rasulullah bersabda : " Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Maka barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya". (HR. Abu Hatim).
    Dari Sahl bin Sa'ad as Saidi, dia berkata:
    "Barang siapa menjamin bagiku apa yang ada diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), niscaya akan aku jamin surga baginya."(HR. Bukhari).
    Dalam hadits lain Rasulullah bersabada;
    "Barangsiap menjaga dari kejahatan qabqabnya, dzabdzabnya, dan laglagnya, niscaya ia akan terjaga dari kejahatan seluruhnya."(HR. Ad Dailami) Yang dimaksud qabqab adalah perut, Dzaabdzab adalah kemaluan, dan Laqlaq adalah lidah.
    Maka tampaknya adalah menjadi wajib bagi siapapun yang ingin membersihkan hatinya, mengangkat derajatnya dalam pandangan Allah Ajjaa Wa Jallaa, ingin hidup lebih ringan terhindar dari bala bencana, untuk bersungguh-sungguh menjaga lisannya. Aktivitas berbicara bukanlah perkara panjang atau pendeknya, tapi berbicara adalah perkara yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan-Nya.
    Ada sebuah kisah, suatu waktu ada seseorang bertanya tentang suatu tempat yang ternyata tempat tersebut adalah tempat mangkal "wanita tuna susila". "Dimana sih tempat x ?" Lalu si orang yang ditanya menunjuk ke arah suatu tempat dan hanya dengan "Tuh !", lalu si penanya datang ke sana dan naudzubillah dia berbuat maksiat, di pulang, lalu dia sebarkan lagi kepada teman-temannya, lalu berbondong-bondong orang ke sana, berganti hari, minggu, dan tahun. Maka setiap ada orang yang bermaksiat di sana, orang yang menunjukkan itu memikul dosanya, padahal dia hanya berkata : "Tuh !", cuman tiga huruf. Setiap hari orang berzina di sana, maka pikul tuh dosanya, karena dia telah memberi jalan bagi orang lain untuk bermaksiat dengan menunjukkan tempatnya.
    Jadi waspada, dengan lidah, menggerakkannya memang mudah, tidap perlu pakai tenaga besar, tidak perlu pakai biaya mahal, tapi bencana bisa datang kepada kita. Berbicara itu baik, tapi diam jauh lebih bermutu. Dan ada yang lebih hebat dari diam, yaitu BERKATA BENAR.
    "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam !" (HR. Bukhari Muslim).
    Sebab lisanlah yang banyak memasukkan kita ke neraka. Rasulullah bersabda :
    "Kebanyakan yang memasukkan ke neraka adalah dua lobang, yaitu : mulut dan fardji (kemaluan)" (HR Turmudji dan Imam Ahmad). Sedangkan Imam Hasan berkata bahwa, "Tidak akan berarti agama seseorang bagi orang yang tidak menjaga lisannya".
    : bahwa melanjutkan, Beliau "Baiknya Islam seseorang adalah dengan meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya". Untuk dapat menjaga lisan menjadi terjaga dan bermutu, ada empat syaratnya, yaitu :
    1. Berkatalah dengan Perkataan yang Benar
    Kalau kita ingin berbicara dengan benar, maka pastikan bahwa pembicaraan kita bersih dari bohong, bersih dari dusta. Kata-kata kita ini harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jangan pernah mau berkata apapun yang kita sendiri tidak yakin dengan apa yang kita katakan. Jangan berusaha berkata-kata semata-mata agar orang terkesima, terpesona, suka, karena semuanya tidak akan menolong kita. Perkataan kita yakin dengan seyakin-yakinnya haruslah dapat dipertanggungjawabkan.
    Bohong, dusta, sama sekali tidak akan menolong diri kita ini, karena kedustaan mutlak diketahui oleh Alloh dan sangat mudah bagi ALlah membeberkan segala kebohongan dan kedustaan kita.
    Dusta tidak akan mengangkat derajat, bahkan sebaliknya kalau Allah membeberkan kebohongan kita, kedustaan kita, maka, kita akan menjadi orang yang tidak berharga sedikitpun. Untuk dapat orang percaya pada kita tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa dibayar dengan harta, sekali tampak bahwa kita pendusta, pembohong, tukang tipu, maka akan butuh waktu yang sangat lama untuk mengembalikan kepercayaan orang pada kita.
    Dusta, bohong, hanya membuat hidup jadi sempit. Camkan, bahwa semakin banyak kita berbohong, semakin sering kita berdusta, maka kita telah membuat penjara, yang membuat kita selau takut dusta kita terbuka, bahkan selanjutnya kita akan berusaha untuk membuat dusta baru, bohong baru untuk menutupi kebohongan yang telah kita lakukan.
    Beranilah hidup tampil dengan apa adanya, biarlah kita tampil begini adanya. Kenapa harus berdusta, lebih baik kita tidak diterima, karena kita sudah mengatakan apa adanya daripada kita diterima karena mendustainya. Jangan berat untuk tampil apa adanya. Daripada kita sibuk merekayasa agar rekayasa kata, sangat pasti tidak akan menolong sedikitpun "yu izzumantasyaa wa tudzillu man tasya" Yang mengangkat derajat bukan kebohongan, bukan rekayasa kita, tapi Allah saja, dan sebaliknya yang menghinakan juga Allah.
    Cegahlah dusta walau sekecil apapun, kecuali tentunya bohong yang dibenarkan oleh syariat. Misalnya, bohong dalam rangka bersiasat kepada musuh, bohong ringan dengan maksud untuk mendamaikan orang-orang yang bersengketa demi kebaikan. Bohong istri kepada suami atau sebaliknya dengan maksud untuk menyembunyikan kejelekan, bohong untuk membahagiakan dengan cara yang sah dan benar, tetapi bukan bohong untuk menyembunyikan aib dan kesalahan.
    Sahabat-sahabat sekalian, Berpikirlah sebelum berbicara. Jangan pernah biarkan terlontar dari lisan ini sesuatu yang kita sendiri meragukannya. Apalagi dengan sengaja kita berkata dusta, naudzubillah. Demi Allah, Allah Maha Mendengar, tahu persis segala nita di balik kata yang kita ucapkan. Kedustaan kita hanya masalah waktu saja bagi Allah untuk membeberkannya, walau mati-matian kita menutupinya. Maka, pastikan setiap pembicaraan kita untuk tidak ada dusta, walau sedikitpun.
    Firman-Nya,
    "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar". (QS Al Baqarah:263) Cukuplah ayat ini sebagai dalil bagi hamba-hamba-Nya untuk selalu menyampaikan kebenaran.
    Selalulah mohon kepada Allah agar lisan ini dituntun dan dilindungi sehingga terhindar dari perkataan yang tidak benar.
    2. Berkatalah sesuai tempatnya
    "Liqulli maqaam maqaal walikulli maqaal maqaam" Artinya, "Tiap perkataan itu ada tempat terbaik dan setiap tempat memiliki perkataan (yang terucap) yang terbaik pula."
    Tidak setiap kata sesuai di setiap tempat, sebaliknya tidak setiap tempat sesuai dengan perkataan yang dibutuhkan. Hati-hati sebelum kita bicara, harus kita ukur siapa yang diajak bicara. Berbicara dengan anak kecil tentu akan jauh beda dengan ketika berbicara dengan orang tua. Berbicara dengan remaja tentu akan jauh beda dengan ketika berbicara dengan guru kita. Orang yang tidak terampil untuk membaca situasi, walau niatnya benar, hasilnya bisa jadi kurang benar.
    Lihatlah misalnya, ketika kita berbincang dengan ponakan yang masih kecil, betapa kita akan berusaha menyesuaikan diri dengan dunianya, gerakan tangan kita, raut muka kita. Hal ini karena dia tidak akan mengerti kalau kita menggunakan gaya bahasa orang tua. Tapi tidak mungkin kita memperlakukan guru kita dengan cara yang sama seperti kala kita berbicara kepada keponakan kita.
    Oleh karena itu, niat untuk berdakwah dengan mengetahui dalil-dalil Quran, memahami dan mengetahui banyak hadist, belumlah cukup. Sebab kalau kita berbicara tanpa cara yang tepat, misalnya dengan mengobral dalil, menunjukkan banyaknya hafalan saja, tidaklah cukup.
    Dalam situasi orang berkumpul pasti punya kondisi mental yang berbeda, ada orang yang sedang gembira, yang tentu saja akan berbeda daya tangkapnya dengan yang sedang nestapa. Ada orang yang sedang menikmati kesuksesannya, dan tentu saja akan berbeda dengan orang yang sedang dilanda masalah dalam hidupnya. Oleh karena itu orang yang sehat berbeda kemampuan menangkap idenya, dengan orang yang sedang sakit, orang yang sedang segar bugar, ceria berbeda kemampuan memahaminya dengan orang sudah letih lahir batinnya. Maka seseorang pembicara terbaik tidak cukup hanya berbica benar, tapi juga harus sangat bisa memilih situasi kapan dia berbicara.
    Mengapa banyak nasehat orang tua yang tidak didengar oleh anaknya yang masih remaja? Saya khawatir orang tua merasa benar dengan apa yang dikatakannya, tapi tidak benar dalam membaca situasi dan kondisi remaja yang sedang diajak bicara, yang notabene kondisinya sedang labil. Memang aneh kita ini ketika anak masih kecil, orang tua akan berusaha beraktivitas, bersikap, dan berbicara agar dapat dipahami oleh si kecil, tetapi menjelang remaja, pada saat perpindahan usia, perpindahan masa, ia tidak berusaha beradaptasi dengan kondisi anaknya. maka disinilah kita perlu ilmu. Sebab dengan ilmu yang memadai setiap orang dapat berwibawa di depan anak-anaknya.
    Subhaanallah,
    Ada banyak cara dalam berkomunikasi, dan berbahagialah jikalau kita diberi keterampilan oleh Allah untuk berbicara sesuai dengan kondisi dan tempatnya. Kita berdialog dengan petani, tentu saja berbeda dialognya dengan seorang eksekutif. Berada di lingkungan santri yang fasih bahasa Arab, tentu saja berbeda kalau kita harus berdialog dengan orang di pasar yang tidak mengerti bahasa Arab. Seorang pendakwah misalnya, kalau orangnya tidak arif, ia akan sibuk mengobral dalil, mengobral kata-kata, walau tentu saja tidak semuanya salah, tapi apalah artinya jika kita meletakkan sesuatu tidak sesuai tempatnya.
    Pernah terjadi suatu ketika Umar bin Khathab bertemu dengan Abu Hurairah, "Mau pergi kemana engkau, hei Abu Hurairah?" Tanya Umar
    "Aku mau ke pasar, akan aku umumkan apa yang kudengar dari Rasulullah SAW," Jawab Abu Hurairah. "Apa kata Beliau ?", Umar bertanya lagi "Setiap orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, maka dakhalal Jannah, akan masuk Surga". "Tunggu dulu, wahai sahabat", cegah Umar. Umar bin Khathab pun kemudian pergi menemui Rasulullah. "Yaa Rasulullah, apakah benar engkau bersabda demikian (sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Hurairah)?" Tanyanya. Dan Rasul pun meng-iya-kan. "Tetapi, Yaa Rasul, saya keberatan kalau sabdamu itu disebarkan kepada sembarang orang karena dikuatirkan akan salah dalam menafsirkannya."
    Mendengar keberatan Umar itu, Rasul tercenung, lalu sesaat kemudian bersabda, "Yaa, aku setuju dengan pendapatmu". Abu Hurairah pun lalu dilarang untuk mengumumkannya di pasar.
    Demikianlah, perkataannya benar, sesuai dengan kenyataan. Akan tetapi, karena dikuatirkan akan salah penafsiran orang yang mendengarnya, karena diucapkan tidak pada tempatnya.
    3). Jagalah Kehalusan Tutur Kata
    Orang yang lisannya bermutu haruslah berkemampuan memperhalus dan menjaga kata-katanya tidak menjadi duri atau tidak bagai pisau silet yang siap melukai orang lain. Betapa banyak kata-kata yang keluar yang rasa-rasanya ketika mengeluarkannya begitu gampang, begitu enak, tapi yang mendengar malah sebaliknya, hatinya tercabik-cabik, tersayat-sayat perasaannya, begitu perih dan luka tertancap dihatinya. Seakan memberi nasehat, tapi bagi yang mendengar apakah merasa dinasehati atau malah merasa dizhalimi.
    Hati-hati, ibu kepada anak, suami kepada istri, istri kepada suami, guru kepad murid, atasan kepada bawahan. Kadang kelihatannya seperti sedang memberi nasehat tetapi sesungguhnya kalau tidak hati-hati dalam memilih kata, justru kita sedang mengumbar duri-duri pisau 'cutter' yang tajam mengiris.
    Rasulullah bersabda, "Jiwa seorang mukmin bukanlah pencela, pengutuk, pembuat perbuatan keji dan berlidah kotor" (HR. Turmudji dan Ibnu Mas'ud).
    Bahkan bagi orang kafir sekalipun, Nabi melarang mencelanya. Dikisahkan bahwa ketika beberapa orang kafir terbunuh dalam perang Badar, Nabi bersabda :
    "Janganlah kamu memaki mereka, dari apa yang kamu katakan, dan kamu menyakiti orang-orang yang hidup. Ketahuilah bahwa kekotoran lidah itu tercela" (HR. An Nasai)
    Sahabat-sahabat kalau kita berbuat salah, kita begitu rindu orang lain bersifat bijak kepada kita dengan memberi maaf. Kala kita tak sengaja memecahkan piring atau melakukan kesalahan sehingga TV rusak atau kita naik motor agak lalai sehingga menabrak atau masuk got. Maka apa yang kita inginkan ? Yang kita inginkan dari orang lain adalah dia dapat bijaksana kepada kita. "Innaalillaahi wa innaailaihi raaji'uun" "Lain kali lebih hati-hati, jadikan ini pelajaran yang baik, bertaubatlah". Demikian kata-kata bijak yang kita harapkan. Sebab sangat pasti akan selalu ada kesempatan kita untuk berbuat kesalahan.
    Dikala itu, jika orang menyikapi dengan baik, kita diberi semangat untuk bertaubat, semangat untuk mempertanggungjawabkan, kita tidak dicela, kita tidak dipermalukan, maka yang terjadi adalah semangat kita untuk mempertanggungjawabkannya menjadi lebih besar.
    Bandingkan dengan kalau kita melakukan suatu kesalahan, lalu orang lain marah kepada kita, "Diam disini, ini perhatikan ! Dasar anak dungu, tidak hati-hati, begitu sering membuat kesalahan, kemarin ini, sekarang itu. Ini adalah kelakuan yang sangat menyebalkan, dia pengacau di tempat kita, dia adalah orang yang paling merugikan". Bayangkan perasaan kita, yang terjadi adalah merasa dipermalukan, merasa dicabik-cabik, merasa dihantam, merasa diremukkan, harga diri kita benar-benar diinjak-injak. Saya kira kata-kata itu tidak akan masuk ke dalam kalbu, kecuali dendam yang akan merasuk.
    Diriwayatkan bahwa suatu waktu, seorang Arab Badwi bertemu Rasulullah SAW, dan Rasulullah berkata : "Engkau harus bertakwa kepada Allah, Jika seseorang membikin malu padamu, dengan sesuatu yang diketahuinya padamu, maka janganlah memberi malu dia dengan sesuatu yang engkau ketahui padanya. Niscaya akan celaka padanya dan pahalanya padamu. Dan janganlah engkau memaki sesuatu !" (HR. Bukhari-Muslim)
    Dalam Hadist lain Rasulullah SAW bersabda, "Bahwa yang pertama-tama diberitahukan Tuhan kepadaku dan dilarang aku daripadanya sesudah penyembahan berhala dan minum khamar, ialah mencaci orang". (HR. Ibu Abi Dunya).
    Sungguh kalau kita tidak suka dipermalukan, tidak suka disakiti, tidak suka direndahkan, mengapa kata-kata kita sering mempermalukan, merendahkan, menghinakan orang lain? Padahal, sebaik-baiknya kata adalah yang mengoreksi, yang dapat meraba perasaan diri sendiri dan orang lain kalau misalnya kita diperlakukan seperti itu. "Duh, dengan kata-kata ini dia terluka atau tidak, dengan kata-kata ini dia tersakiti atau tidak ?"
    Manfaat tidak kalau misalnya ada yang shaum, lalu ditanya shaum atau tidak, makin kita tanya, "Saudara shaum atau tidak?" Padahal dia sedang berusaha menyembunyikan amalnya, terpaksa harus bicara. Kalau menjawab "Ya, Saya Shaum", terbersit peluang untuk riya. Kalau menjawab, "Tidak", jadi dosa karena berdusta. Kalau diam saja takut disangka sombong. Maka, kita telah menyusahkan orang gara-gara pertanyaan kita.
    Saudara-saudara sekalian, sudahlah jangan banyak tanya yang kira-kira tidak bermanfaat bahkan menjadi beban bagi yang ditanya. Jangan pernah berkata yang membuat orang lain jadi susah, kita juga tidak mau disusahkan oleh perkataan orang lain. Kalau disuruh memilih, mending diajak bicara yang kasar atau yang halus ? Tentu kita akan memilih berbicara dengan bahasa yang halus.
    Firmannya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah segolongan laki-laki menghina segolongan yang lain, boleh jadi (mereka yang dihina itu) lebih baik dari mereka (yang menghina). Dan janganlah segolongan perempuan (menghina) golongan perempuan yang lainnya, boleh jadi (yang dihina) lebih baik dari mereka (yang menghina)." (QS. Al Hujurat 49:11).
    Rasulullah juga bersabda,
    "Demi Allah Aku tidak suka menceritakan tentang seseorang". (HR. Abu Daud dan Turmudji). Jangan pula menasehatkan apa yang tidak pernah kita lakukan, sebab firman-Nya: "Hai, orang-orang yang beriman, mengapa engkau berkata-kata sesuatu yang tidak engkau perbuat. Sesungguhnya amat besar kemurkaan Allah terhadap orang yang berkata tapi tidak melakukannya." (QS. Ash Shaff 61: 2-3)
    Maka, mulai sekarang, jagalah lisan kita, banyaklah berbuat daripada berkata, atau banyaklah berkata dengan perbuatan daripada banyak berkata tanpa ada perbuatan. Kita tidak akan terhormat oleh banyak berbicara sia-sia, kehormatan kita adalah dengan berkata benar atau diam.
    Gelas yang kosong hanya diisi dengan air, tapi mata air yang melimpah airnya bisa mengisi wadah apapun. Artinya, orang yang kosong harga dirinya hanya ingin dihargai, tapi orang yang melimpah harga dirinya akan senang menghargai orang lain.
    Pastikan gaya bicara kita jangan merendahkan orang lain, karena diri kita ingin dihargai, hal itu justru menunjukkan kerendahan diri kita. Karena mulut itu bagai moncong teko, hanya mengeluarkan isi teko, di dalam kopi keluar kopi, di dalam teh keluar teh, di dalam bening keluar bening. Maka berbahagialah bagi yang ucapannya keluar dari mulutnya bagai untaian kalung mutiara, yang niscaya ia akan merasakan betapa indah dan berkilau indahnya. Kalau pembicaraan bagai untaian perhiasan harganya, insyaallah hatinya akan berharga pula. Tapi kalau mulutnya bagai keranjang sampah tumpah, maka hatinya akan tak jauh pula.
    Untuk dapat menjaga lisan menjadi terjaga dan bermutu, ada empat syaratnya yaitu:
    1. Berkatalah dengan perkataan yang benar
    2. Berkatalah sesuai tempatnya
    3. Jagalah kehalusan tutur kata
    4. Berkatalah yang bermanfaat
    Pastikan setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita itu full manfaat. Rasulullah bersabda, "Diantara tanda kebaikan akhlak manusia muslim adalah meninggalkan apa yang tidak perlu" (HR. Turmudji).
    Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, Nabi SAQ kehilangan Ka'ab bin Ajrah. Lalu beliau tanyakan kemana Ka'ab sekarang. Mereka menjawab: "Beliau sakit, yaa Rasulullah". Lalu Nabi keluar berjalan, sehingga sampai pada Ka'ab, Lalu beliau bersabda : "Gembiralah wahai Ka'ab", Lalu Nabi bertanya : "Siapakah wanita yang bersumpah ini kepada Allah ?" Ka'ab menjawab : "Ibuku, wahai Rasulullah" Lalu Nabi menyahut : "Apakah yang diberitahukan kepada engkau wahai Ummu Ka'ab ?" Ibunya Ka'ab menjawab : "Mungkin Ka'ab berkata perkataan yang tidak perlu atau tidak berkata yang diperlukan". (HR. Ibnu Abi Dunya)
    Maka, satu-satunya pilihan adalah berkata yang penuh manfaat. Ketika tiba-tiba hujan, "Huuh, hujan !" Lho, apa untungnya berkata begitu, apa dengan berkata begitu hujannya jadi berhenti ? Tidak kan...? Hujan adalah pekerjaan Allah, suka-suka Allah mau ngasih hujan atau tidak, yang pasti setiap perbuatan Allah itu bermanfaat buat orang beriman. Apa salahnya Allah menurunkan hujan, dulu waktu kemarau panjang mengeluh, di kasih hujan masih mengeluh juga.
    Suatu ketika pernah duduk dengan seorang ulama yang terpelihara, "Aduh, jam tangan ketinggalan !" Tiba-tiba saya ingat, bahwa jam saya ketinggalan. "Kenapa pakai aduh ? Lebih bermanfaat kalau mengucapkan innaalillaahi, lupa nih ketinggalan jam, mudah-mudahan dapat diambil di waktu yang tepat".
    Sahabat-sahabat sekalian, jangan bunyi kecuali yang bermanfaat. Jangan pula mencela perbuatan Allah. Panas, dingin, hujan atau kemarau, dengan panas yang membakar sekalipun, jangan mencela. Atau tiba-tiba petir mengelegar, kenapa menjerit ....?
    Bukannya malah menyebut nama Allah. Atau tiba-tiba menginjak bangkai, "Hiii bangkai anjing sialan !" Kenapa harus mencaci, tidak usah mencela, beristighfarlah, sebab Allah memberikan kejadian, sangat pasti ada hikmahnya.
    4. Berkatalah yang Bermanfaat
    Dikisahkan bahwa suatu waktu Nabi Isa, as, melihat bangkai seekor anjing, ketika sahabat-sahabatnya berpaling karena jijik, maka Nabi Isa justru melihat susunan gigi putihnya yang tertata indah,
    "Anjing itu giginya rapi sekali yaa...!", Teman-temannya keheranan. "Yaa, Rabbii (Guru), kenapa Paduka berkata begitu, bangkai anjing itu kan sangat menjijikkan. Bahkan Paduka sendiri kalau dihina, dicaci, diremehkan dengan kata-kata jelek, kata-kata Tuan selalu baik ?"
    Nabi Isa Menjawab:
    "Karena setiap orang memang akan mengeluarkan apa yang dimilikinya. Kalau pikiran dan perasaannya jelek, maka yang keluar adalah yang jelek-jelek juga", Demikian jawabnya. Makin banyak kepeleset lidah, makin banyak masalah dan dosanya, makin banyak dosa, nerakalah tempatnya. Maka, "Fal yakul khairan au liyasmut", "Berkatalah yang benar atau diam", Demikian Sabda Nabi. Jangan sekali-kali mencela makanan yang sudah tersaji di depan mata. "Huuh, ini mah terlalu asin !" Kalau nggak suka kasikan kepada makhluk lain yang lebih membutuhkan. Ada makanan terlalu dingin, yaa hangatkan ! Jangan mengeluh, jangan mencela. Sebab sudah dikasih makan saja oleh Allah sudah untung.
    Mencela atau mengutuk bukanlah akhlak seorang muslim. Rasulullah bersabda, "Orang Mukmin itu bukan type pengutuk" (HR. Turmudji). Dalam Hadits lain Nabi SAW bersabda, "Janganlah Kamu kutuk-mengutuk dengan kutukan ALLAH, dengan kemarahan-NYa, dan dengan neraka Jahannam". (HR. Abu Dawud dan Turmudji)
    Pernah suatu waktu ketika di tanah suci, ada seorang jemaah haji ikhwan yang suatu waktu ia mendapat jatah makanannya dingin dan keras. Maka, mengeluhlah dia, "Huuh, susah di Arab ini, masa nasi aja sebegini keras." Gerutunya tanpa henti. Seseorang kemudian menasehatinya, "Pak, kalau Bapak semakin mengeluh, mencela, Bapak akan semakin sengsara, menderita. Karena yang memberi makan adalah ALLAH, ada kalanya Allah menguji dengan makanan yang enak dan lezat, ada kalanya pula Allah menguji dengan makanan yang tidak enak atau mungkin dengan makanan yang sudah basi. Kenapa ketika sekali ini makanan kita tidak enak, lalu kita sibuk mencaci, mencela, yang tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan justru mengundang murka Allah "
    Padahal di Mekkah lamanya 40 hari, 40 x 3 = 120 kali, dan makan yang enggak enak ini cuma satu kali, maka tidak adik dia, zhalim dia. Sahabat-sahabat sekalian berhentilah mencela. Lihat orang berbibir tebal, sudahlah jangan mencela, toh bibik kita dan bibir dia, ALLAH juga yang menciptakan. Seseorang yang matanya sipit, tidak berarti kita harus mengatakan "betapa sempitnya dunia bagi dia". Dia sama sekali tidak memiliki matanya, Allah-lah yang menciptakannya. Apakah kita akan mencela ciptaan Allah ?
    Padahal olok-olok, penghinaan, dan pencelaan akan menyulitkan kita di akhirat kelak. Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya orang-orang yang memperolok-olok manusia itu, dibukakan pintu surga bagi salah seorang dari mereka. Lalu dikatakan kepadanya, "Mari, marilah!" Lalu orang yang memperolok-olokan itu datang dengan kesusahan dan kegundahannya. Ketika ia datang ke pintu surga itu, lalu pintu surga itu terkunci buat dia. Maka terus menerus seperti yang demikian, sehingga pintu itu dibukakan bagi orang tersebut, lalu dikatakan kepadanya. "Mari, Marilah!", Maka ia tidak datang lagi ke pintu itu". (HR. Ibnu Abi Dunya).
    Maka pastikan, dari mulut kita tidak keluar kata-kata penghinaan, pencelaan, olok-olok, dan yang sejenisnya. Pokoknya kalau enggak perlu-perlu amat, jangan bunyi. Wah, kalau begitu nanti dunia ini sepi dong...
    Lho bicara itu tidak selalu harus pakai mulut, senyum ramah, duduk dengan penuh perhatian, santun, ini sudah bicara. Cara menunjuk, cara bersila, bagaimana kita bersikap terhadap pembicaraan orang lain. Itu semua sudah merupakan ribuan kata, bahkan jutaan kata.
    Ingatlah bahwa syarat istiqomahnya hati di jalan ALLAH adalah istiqomahnya lisan. Sabda Nabi SAW, bahwa "Tidak akan istiqomah iman seseorang sebelum istiqamah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sebelum istiqamah lisannya". (HR. Ahmad) Subhanallah, maka marilah mulai sekarang kita menjaga dan mengelola lisan kita dengan hanya digunakan sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

    PILIHAN ANTARA KEKAYAAN,,KESUKSESAN DAN CINTA

    Pilihan Antara Kekayaan,Kesuksesan, dan Cinta
    ======================================
    Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
    Wanita itu berkata:
    “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.”
    Pria berjanggut itu lalu balik bertanya,
    “Apakah suamimu sudah pulang?”
    Wanita itu menjawab,
    “Belum, dia sedang keluar.”
    “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.”
    Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata pria itu.
    Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi.
    Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya,
    “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”
    Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
    “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir bersamaan.
    “Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.”
    Salah seorang pria itu berkata,
    “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,” sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.”Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”
    Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
    Suaminya pun merasa heran.
    “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”
    Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.
    Ia bertanya,
    “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita.”
    Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu.
    Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.
    “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.”
    Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka.
    “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam.Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.”
    Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.
    “Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
    Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.
    Karena merasa ganjil,
    wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.
    “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”
    Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.
    “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta.
    Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Dialah yang menjadi Inspirasi kami dalam kehidupan ini. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini”…

    WISATA GUNKID

    HIGHLIGHT
    Cetak Halaman Ini
      
    Lokasi Pantai Nglimun terletak di Padukuhan Bedalo Desa Krambilsawit Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Koordinat...
    Baca.. »
    DAFTAR ARTIKEL

    Showing posts with label Wisata AlamShow all posts
    Kampung Wisata Klayar Gunungkidul Jogja

    Kampung Wisata Klayar Gunungkidul Jogja

    Lokasi Kampung Wisata Klayar terletak di Padukuhan Klayar, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Koordinat GPS S7°53'36.4" E110°39'26.7" lihat peta google maps. Klayar merupakan rintisan kampung wisata yang dikelola oleh Pokdarwis Widyatama dengan
    Peta Lokasi Goa Rancang Kencono Gunungkidul

    Peta Lokasi Goa Rancang Kencono Gunungkidul

    Lokasi Goa Rancang Kencono atau banyak ditulis juga Gua Rancang Kencana terletak di Padukuhan Menggoran Desa Bleberan Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Koordinat GPS Goa Rancang Kencono S7°56' 56.71" E110° 29' 33.61" lihat peta Google Maps di bawah. Wisata goa ini berkaitan
    Peta Lokasi Luweng Sampang Gunungkidul

    Peta Lokasi Luweng Sampang Gunungkidul

    Lokasi Luweng Sampang terletak di Padukuhan Karangasem Desa Sampang Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Koordinat GPS: S7°48'35.65"  E110°34'20.02" lihat peta. Luweng Sampang hampir mirip dengan Antelope Canyon di Arizona, Amerika Serikat. Batuan dengan
    Peta Lokasi Embung Kebun Buah Nglanggeran

    Peta Lokasi Embung Kebun Buah Nglanggeran

    wisata gunungkidul - embung nglanggeran Lokasi Embung Nglanggeran terletak di Padukuhan Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Koordinat GPS S7°50'50.0" E110°32'48.0"  Lihat Peta Google Maps dan rute di bawah. Kawasan ini berjarak se
    Daftar Nama Goa di Gunungkidul

    Daftar Nama Goa di Gunungkidul

    Daftar Nama Goa di Gunungkidul berikut ini menyajikan nama-nama, lokasi Desa dan Kecamatan letak goa berada, baik yang sudah berkembang menjadi Obyek Wisata Alam Goa maupun yang masih alami di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu: 1.    Sigolo-golo - Giriasih, Kec.